Kenapa Anggrek Tidak Mau Berbunga?

daftarhewan.com. Anggrek Tidak Mau Berbunga? Ada 6 faktor utama penyebab anggrek tidak mau berbunga. Jenis, umur, penyiraman, pemupukan, sinar matahari, dan kelembapan. Bila keenam hal itu tidak sesuai dengan ‘kemauan’ sang anggrek, maka ia akan mogok berbunga.

kenapa bunga anggrek tidak berbunga, kenapa anggrek tidak mau berbunga, anggrek tidak berbunga, mengapa anggrek tidak mau berbunga, anggrek tidak mau berbunga, anggrek yang sering berbunga, kenapa anggrek sudah berbunga

Apakah tempat tinggal anda termasuk daerah dataran rendah? Hal ini penting karena ada beberapa jenis anggrek yang lebih cocok ditanam di dataran rendah, dan tidak akan berbunga dengan bagus kalau ditanam di dataran tinggi. Demikian pula sebaliknya.

Dendrodium dan vanda lebih cocok ditanam di dataran rendah. Anggrek bulan (phalaenopsis), cattleya, paphiopedilum (anggrek kantung), dan golden shower sebaiknya ditanam di dataran tinggi. Anggrek dataran tinggi memang masih mungkin berbunga di dataran rendah. Demikian pula sebaliknya, asal dirawat secara intensif dan diberi perlakuan agak khusus sehingga suhu dan kelembapan (yang berkaitan erat dengan ketinggian tempat) sesuai dengan keinginan sang anggrek. Kondisi itu bisa diciptakan bila anggrek ditanam di greenhouse.

Ketinggian tempat berkaitan erat dengan kelembapan udara. Kelembapan menjadi penting lantaran ia berpengaruh terhadap kebutuhan anggrek terhadap air. Persyaratan kelembapan udara berbeda-beda untuk setiap jenis anggrek. Golden shower menginginkan kelembapan 50%, cattleya-dendrobium-vanda 40-60%, phalaenopsis 50-70%.

Kelembapan naik/turun seiring dengan naik/turunnya suhu. Kalau suhu tinggi, anggrek membutuhkan kelembapan tinggi agar tidak terjadi penguapan berlebihan. Bila suhu rendah, kelembapan yang dibutuhkan juga rendah lantaran tidak akan terjadi penguapan berlebihan.

Cara termudah meningkatkan kelembapan ialah dengan menempatkan wadah berisi air di bawah anggrek. Penguapan yang terjadi akan mempertinggi kelembapan udara.

Selain lokasi dan kelembapan, agar berbunga anggrek juga membutuhkan intensitas cahaya matahari yang berbeda-beda.Anggrek yang tidak cukup terkena sinar matahari terlihat lemah dan tunas-tunasnya kecil. Pencahayaan yang kurang berpengaruh terhadap pembungaan anggrek. Pencahayaan berlebihan membuat daun menguning. Bila daunnya berwarna hijau, bukan kuning atau hijau gelap, tandanya cahaya sudah cukup.

Baca Juga :   Apa Itu Bunga Caladium atau Keladi?

Agar diperoleh pencahayaan ideal, para penganggrek umumnya memakai jarring peneduh. Golden shower, misalnya, memerlukan jarring peneduh sehingga hanya 35% sinar matahari yang masuk. Cattleya dan phalaenopsis, jarring peneduh 30%, vanda daun dan dendrobium 40-50%. Vanda tipe terete tidak membutuhkan naungan. Ia tahan terkena sinar matahari langsung.

Faktor lain yang mempengaruhi pembungaan ialah umur anggrek. Para penganggrek umumnya menganggap anggrek berusia 3 tahun sudah tidak produktif berbunga. Ciri anggrek tua, antara lain tidak terlihat tumbuhnya tunas baru, bulb gundul.

Penyiraman juga berperan terhadap pembungaan anggrek. Banyak sedikitnya air yang dibutuhkan anggrek tergantung kelembapan, suhu, jenis media tanam, dan cahaya. Bila suhu udara tinggi, cahaya banyak yang masuk, kelembapan rendah, dan sirkulasi udara cukup bagus, maka ia membutuhkan banyak air. Sebaliknya, kalau suhu udara rendah, cahaya yang masuk sedikit, kelembapan tinggi, dan sirkulasi udara tidak bagus, anggrek sebaiknya tidak disiram terlalu sering.

Frekuensi dan volume penyiraman air berbeda-beda, tergantung jenis dan ukuran tanaman, serta kondisi media tanam. Ambil contoh anggrek vanda. Anggrek ini termasuk tipe monopodial yang tumbuh di bawah sinar matahari langsung. Karenanya di musim kemarau ia membutuhkan penyiraman minimal dua kali sehari. Cattleya lebih toleran terhadap kekeringan. Phalaenopsis hanya mampu menyimpan sedikit air di daunnya, hingga bila kelembapan rendah dan suhu tinggi, ia perlu disiram. Di Indonesia belum ada standar jumlah air yang harus diberikan pada anggrek.Umumnya para penganggrek menyiram tanamannya kalau media tanam terlihat kering.

Baca Juga :   Tanaman Hias Dalam Ruangan

Penyiraman memang berkaitan dengan jenis media tanam yang dipakai.Media tanam ini harus tidak cepat lapuk, mampu menyimpan air dan unsur hara, aerasi bagus, dan mudah didapat.Pakis, misalnya, sering dipakai untuk media tanam Dendrobium. Daya ikat air, aerasi, dan drainasenya bagus, tapi hanya mengandung sedikit unsur hara. Karena itu, sebelum dipakai pasi biasanya direndam dahulu di larutan hara.Selain pakis, media tanam yang umum dipakai ialah pecahan batubara, serutan dari potongan kayu, sabut kelapa, dan arang kayu.Khusus sabut kelapa, pemakaiannya harus agak berhati-hati. Sebab kalau terlalu lama tidak diganti ia akan menimbulkan reaksi asam. Akibatnya tanaman anggrek tidak berbunga.

Kerusakan media tanam umumnya terjadi akibat kelembapan terlalu tinggi.Jasad renik yang mencerna bahan-bahan organik semakin banyak bermunculan.Akibatnya media tanam menjadi rusak.Timbulah penyakit busuk akar sehingga akar tidak mampu menyerap air. Pada dendrobium, misalnya, bulb terlihat gundul. Daun berguguran. Akar tidak bisa berpegang pada media tanam dengan benar sehingga terlihat goyah. Bunganya, kalaupun muncul, kecil dan pendek tangkainya. Salah satu cara menghindari kelembapan tinggi pada media misalnya kelebihan air, jelas dengan menaruh anggrek di tempat terlindung agar tidak langsung terkena curahan air hujan.

Faktor lain yang mempengaruhi pembungaan anggrek ialah pemupukan. Banyak jenis pupuk yang bisa diberikan pada anggrek.Umumnya yang dipakai ialah pupuk majemuk yang mengndung unsur-unsur N, P, K, Ca, Mg, C, H, Cu, Zn, Mo, Cl, Fa, dan Bo. Ada pula yang mengandung undur tambahan berupa Co, Na, dan Si.

Yang perlu diperhatikan ialah kandungan unsur nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Unsur N merangsang pertumbuhan vegetatif, P merangsang pertumbuhan tunas dan bunga, K untuk memperkuat perakaran.

Baca Juga :   25 Jenis Keladi Putih Paling Memesona

Pada fase pertumbuhan vegetatif untuk tanaman berukuran kecil, pakai saja pupuk dengan perbandingan NPK 30:10:10 atau 15:5:5. Kalau ukuran tanaman cukup besar, beri NPK dengan perbandingan 10:10:10 atau 15:15:15 untuk merangsang pembungaan. Pada fase generatif, anggrek bisa dipupuk dengan kandungan NPK 10:30:20 atau 5:15:10 atau 10:30:30.

Umumnya pupuk diberikan dalam bentuk cair. Frekuensi pemberiannya dua kali seminggu, baik pada tahap vegetatif maupun generatif. Pupuk NPK butiran yang bersifat slow release bisa pula diberikan. Caranya dengan meletakkan di atas media tanam empat bulan sekali.

Pupuk cair diberikan melalui daun.Kalau melalui akar, hanya larutan pupuk yang menyentuh ujung akar saja yang langsung terpakai.Sisanya terbuang atau terserap di media tanam. Dengan cara ini hanya sekitar 10% pupuk yang termanfaatkan. Sedangkan melalui daun, sekitar 90% terserap tanaman.

Pemupukan dilakukan pagi hari saat cahaya matahari belum terlalu panas. Cahaya yang berlebihan merangsang penguapan, sehingga garam mengendap pada permukaan jaringan tanaman.Akibatnya penyerapan pupuk terhambat.

Pemberian pupuk melalui daun harus ekstra hati-hati. Daun anggrek sangat sensitive terhadap zat kimia.Kesalahan pemupukan dapat menyebabkan daun terbakar.

Dosis pupuk harus pas.Jangan sampai berlebihan. Kelebihan pupuk malah dapat merusak tanaman dan menghambat pembungaan. Pada kemasan biasanya ada petunjuk dosis pemakaian. Untuk anggrek sebaiknya dosis yang dipakai setengah dari dosis rekomendasi pada label agar lebih aman. Bibit anggrek botolan yang tersedia di pasar, antara lain dendrobium dan phalaenopsis. Bibit botolan anggrek vanda tidak ada yang membuatnya.

error: