Apa Itu Bullying? Berikut 6 Jenis dan Dampaknya

Hewata.com. Apa Itu Bullying? Berikut 6 Jenis dan Dampaknya. Apa yang tebersit di ingatan kita ketika mendengar istilah bullying?

Jadi, Apa Itu Bullying?

Mayoritas dari kita kemungkinan memikirkan adegan di mana terdapat sebuah geng sekolah yang mengeroyok seseorang yang lemah. Mereka memukul dan menendang habis-habisan. Hingga korbannya itu takut, tertekan, terintimidasi atau terancam, dan tidak bisa hidup tenang.

Deskripsi di atas hanya satu diantara sekian jenis bullying yang biasa terjadi, atau diilustrasikan oleh media. Berikut berikut beberapa jenis bullying selengkapnya.

1. Bullying Secara Fisik

Sama dengan namanya, bullying ini memprioritaskan perlakuan fisik untuk menindas korbannya dan memperoleh kekuasaan atas korban itu. Si pelaku akan berasa lebih kuat, berkuasa, dan agresif. Bullying ini lebih gampang dideteksi, karena buktinya memang jelas sudah terlihat.

apa pengertian cyber bullying, apa itu bullying, dampak bullying, apa arti bullying, apa pengertian bullying, apa penyebab bullying, apa faktor penyebab bullying, apa yang dimaksud bullying, dampak bullying bagi pelaku

Ilustrasi bullying – via : thompsonhealth.com

2. Bullying Verbal

Bila point pertama mengandalkan kekuatan dan siksaan fisik, karena itu yang satu ini cenderung memakai kalimat sebagai senjatanya. Umumnya kalimat yang dipilih itu penuh dengan penghinaan. Maksudnya sendiri untuk menyakiti, menyepelekan, dan merendahkan derajat seorang. Salah-satu korban yang seringkali mengalami bullying ini ialah mereka yang berkebutuhan khusus.

Baca Juga :   Apa yang Dimakud Poster? Pengertian dan Jenisnya

Di kelompok anak-anak, bullying ini sedikit susah untuk dideteksi. Masalahnya aktor tidak akan beraksi jika ada orang dewasa disekelilingnya. Jika terjadi, banyak orang tua yang tidak sensitif dan sekedar menasihati sang korban untuk mengabaikan semua kalimat buruk yang keluar. Meskipun sebenarnya solusinya tidak sesederhana itu. Bagaimanapun juga, pengucapan yang menyakitkan dapat menjejakkan luka emosional yang begitu dalam.

3. Agresi Relasional atau Bullying secara relasional

Bullying yang ini cenderung licik dan licin, hingga sering tidak terdeteksi oleh orang dewasa seperti guru atau orangtua. Maka beberapa pelakunya menerapkan yang namanya manipulasi sosial, di mana mereka mensabotase emosi dan posisi sosial korbannya.

Mereka tidak enggan untuk mereka-reka cerita, memfitnah, mencelakakan, “menusuk dari belakang”, dan merusak ketenangan hidup seorang. Yang ini sering dilakukan oleh kaum hawa atau perempuan. Entahlah itu dengan menistakan seseorang, mengolok-olok, meremehkan atau mengucilkan seseorang, dll. Bullying ini dapat terjadi di sekolah, bahkan juga di lingkungan kerja sekali pun.

Baca Juga :   Gerakan Manipulatif, Pengertian dan Contohnya

4. Cyber Bullying

Apa itu cyber bullying? Melihat cepatnya perubahan sosial media dan beberapa pemakainya, bullying ini jadi tidak terhindarkan. Maka beberapa netizen akan berbuat tidak etis, mempermalukan, menguntit secara berlebihan, bahkan juga melancarkan teror. Misalkan dengan mempublikasikan tulisan atau gambar yang menciderai perasaan, keselamatan, dan kehormatan seseorang.

Saat ini, beberapa pelakunya makin banyak saja. Apa lagi disokong oleh longgarnya kemungkinan untuk tertangkap. Mereka bisa juga bebas membuat account dan profile palsu, bahkan bisa saja anonim. Hingga walau pun tidak mempunyai nyali untuk bertatapan langsung, tetapi dampak dari tindakan mereka umumnya lebih parah dan kejam.

Korban yang diincar juga tidak sekedar orang biasa. Selebriti, musikus, politisi, dan pesohor yang lain bisa juga jadi mangsanya. Karena ada peluang jika bullying ini dapat berpengaruh masif, jadi tidak jarang ada yang sampai membawanya ke ranah hukum.

cyber bullying, cyber bullying adalah, cyberbullying facts, cyberbullying di media sosial, cyberbullying indonesia, cyberbullying, cyberbullying article, cyberbullying di indonesia, cyber bullying di indonesia, cyberbullying artwork

Ilustrasi Cyber Bullying – via : viezone.vn

5. Bullying Seksual (Sexual Bullying)

Bullying selanjutnya sebagai wujud pelecehan seksual yang umumnya terjadi secara berulangkali, dan meninggalkan imbas yang cukup memberikan ancaman. Bentuknya sendiri dapat berbentuk gerakan yang vulgar, panggilan tidak pantas, atau materi pornografi lain.

Baca Juga :   Apa yang Dimaksud Dengan Globalisasi? Jelaskan Beserta Contohnya

Misalnya seperti memberinya komentar kotor berkaitan tubuh seorang, memandang dengan tatapan mesum, menyebut seorang sebagai pelacur, meraba area yang tidak seharusnya, bahkan melakukan penghinaan.

Dan sekarang, bullying semacam ini bisa juga muncul dari sexting. Misalkan seorang wanita yang menjalin hubungan khusus mengirimi photo terbuka atau vulgar pada pacarnya. Tapi demikian mereka putus, lelaki itu justru menyebarkan photo tersebut, hingga beberapa orang akan menertawakan dan memandang rendah pada mantannya. Benar-benar sayang, “serangan” itu benar-benar sukses merusak reputasi dan harga diri korbannya.

6. Bullying Prejudice atau Prasangka

Seterusnya sebagai bullying yang dilandasi oleh prasangka pada orang yang mempunyai ketidaksamaan atau perbedaan dari yang lain. Misalkan berkaitan ras, orientasi seksual, dan agama. Sebetulnya bullying ini menjadi rangkuman dari semua jenis yang telah diuraikan. Karena itu, resikonya atau bahayanya tidak dapat dipandang remeh.

Apapun bentuknya, bullying sudah jelas tidak mempunyai dampak positif pada korban dan pelakunya. Begitulah, tentang 6 Jenis atau Type Bullying.

error: