Biji Bunga Matahari Penghasil Minyak Nabati

Posted on

Hewata.com. Biji Bunga Matahari. Julukan bunga matahari atau sunflower memang pantas diberikan kepada tanaman Helianthus Annuus. Tanaman yang berasal dari Meksiko dan Peru di Amerika Tengah ini mempunyai bentuk kuntum bunga yang unik mirip matahari sedang memancarkan sinarnya.

Biji Bunga Matahari

Dan, kuntum bunga ini tetap setia ‘menatap’ kearah matahari. Karena itulah tanaman ini sangat toleran pada sinar matahari penuh.

manfaat bunga matahari, kuaci bunga matahari, manfaat biji bunga matahari, manfaat kuaci rebo, biji matahari, manfaat kuaci bunga matahari, kuaci matahari, bunga matahari kuaci, manfaat bunga matahari untuk kesehatan, manfaat minyak biji bunga matahari, manfaat kuaci biji bunga matahari

Secara komersial, sejak abad ke-18 tanaman ini telah dibudidayakan secara besar-besaran di Jerman, Perancis, Rumania, Bulgaria, Rusia, Hongaria.USA, Meksiko, Argentina, dan beberapa negara Afrika.Namun pertanaman paling luas terdapat di Kaukasus Utara, Ukraina, di sepanjang sungai Wolga di Rusia, di Balkan, dan di Argentina.

1. Manfaat Biji Bunga Matahari

Memang wajar jika tanaman setahun dengan batang tegap setinggi 0,3-5 m, lurus, berbulu, dan berkulit kasar ini banyak dibudidayakan. Biji bunga matahari telah menjadi bahan pangan yang penting bagi negara-negara tersebut.

Bahkan jauh sebelum benua Amerika ditemukan, biji tanaman berdaun bentuk hati dan bulat telur dengan ujung meruncing ini telah menjadi makanan orang-orang Indian di sebelah barat Amerika Serikat. Orang-orang Rusian pun sejak abad ke-18 sudah biasa memakan biji bunga matahari, baik secara mentah, direndang, atau diasin.

Baca Juga :   Tanaman Pembawa Hoki atau Keberuntungan

Tidak salah orang menyantap biji bunga matahari, sebab termasuk bahan pangan kaya gizi. Dalam 100g biji bunga matahari terkandung 5,55 kalori, 30,6g protein, 42,1g lemak, 13,8g kalsium, 312mg fosfor, 6,2g zat besi, dan 0,02g vitamin B.

Selain itu, biji bunga matahari yang berat keping bijinya 50-75% dari berat biji keseluruhan ini, juga mengandung sekitar 24-35% minyak untuk biji berkulit dan 45-55% minyak untuk biji tanpa kulit.

Minyak ini terutama mengandung asam lemak tidak jenuh (mencapai 88%), didominasi asam linoleat yang mencapai 44-72%. Karena itulah minyak nabati ini termasuk golongan minyak rendah kolestrol, menyaingi minyak jagung, minyak kacang tanah, dan minyak kedelai, sehingga sangat baik untuk kesehatan.

Pengolahan biji bunga matahari menjadi minyak ini baru dimulai orang di Rusia pada tahun 1779 untuk kebutuhan minyak salad, masak-memasak, dan industri margarin.

Pada perkembangannya saat ini, minyak bunga matahari juga diburu negara-negara industri maju, karena sangat diperlukan sebagai bahan minyak cat dan pernis bermutu tinggi, serta bahan industri kosmetik dan obat-obatan.

Selain itu, bungkil atau ampas hasil pemerasan minyak masih mengandung 13-20% protein, suatu nilai biologik yang tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Baca Juga :   14 Jenis Bambu Hias Mini Terbaik

2. Kultivar

Helianthus Annuus yang termasuk family Compositae ini merupakan tanaman setahun dengan bunga yang anggun, memiliki barisan anak-anak bunga (floret) berupa pita-pita berwarna kuning krom pada pinggir bundaran bunga sebelah dalamnya.

Bunga-bunga ini berdiameter 7,5-35 cm, membengkak pada bagian tempuk karena terdapat banyak biji-biji bunga (achene). Sedangkan daunnya bertangkai panjang dengan kedudukan berhadap-hadapan serta berselang-seling.

Tanaman yang mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1907 oleh seorang ahli pertanian Belanda ini memiliki kultivar yang sangat bervariasi sifatnya. Terutama tinggi tanaman; umur panen; jumlah, diameter, dan warna bunga; ukuran, bentuk, dan warna biji; kadar kulit dan kadar minyak biji; serta kesesuaian pada lingkungan.

Meskipun begitu, pada dasarnya kultivar-kultivar tersebut dapat digolongkan ke dalam 3 tipe, yakni berukuran besar, semu kecil, dan kecil.

Tipe berukuran besar mempunyai tinggi di atas 153 cm, umumnya berumur dalam, diameter bunga 30,5-50,8 cm, biji besar berwarna putih atau abu-abu bergaris hitam, dan kadar minyak rendah. Minyalnya varietas Mammoth Russian.

Tipe semi kecil mempunyai tinggi 137-183 cm, berumur genjah. Diameter bunga 17,8-22,9 cm, biji lebih kecil berwarna hitam, abu-abu, atau bergaris-garis, dan kadar minyaknya tinggi. Misalnya varietas Pole Star  dan Jupiter.

Baca Juga :   Moluccella laevis (Bells of Ireland)

Sedangkan varietas Advance dan Sunrise yang tingginya hanya 61-137 cm, berumur genjah, diameter bunga 14-16,5, dan berbiji kecil merupakan contoh tanaman bertipe kecil. Meskipun begitu, tanaman bertipe kecil ini justru memiliki kadar minyak paling tinggi.

3. Peluang pengembangan

Tanaman bunga matahari sebenarnya berpotensi untuk dikembangkan di tanah air pada masa mendatang, walaupun di masa lalu upaya pengembangannya tersaingi oleh tanaman budidaya lain. Hal ini dapat dilihat dari besarnya manfaat tanaman bunga matahari.

Bahkan dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk mencari minyak nabati rendah kolestrol, biji tanaman ini dapat menjadi alternatif.Lihat saja Amerika Serikat, yang saat ini menjadikan minyak biji bunga matahari sebagai minyak nabati penting, menyaingi minyak kedelai. Negara-negara maju di Eropa juga mulai memburu biji bunga matahari untuk memenuhi kebutuhan minyak nabatinya.

Indonesia sendiri, saat ini harus mengimpor biji bunga matahari sekitar 15.000 ton/tahun dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan industri kuaci bunga matahari yang semakin menjamur. Kuaci bunga matahari memang sedang trendy di lingkungan masyarakat kita.Seharusnya kondisi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal lewat pembudidayaan intensif oleh petani kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.