Bonsai Mame: Cara Membuat dan Jenisnya

Hewata.com. Berdasar ukuran, bonsai dikelompokkan jadi lima kelompok dan mame bonsai atau bonsai mame ialah kelompok paling kecil atau mini. Tetapi karena sulit menghasilkan bonsai yang memiliki ukuran kecil atau mini dengan wujud yang seimbang atau proporsional, karena itu ketentuannya dilonggarkan. Berikut perubahannya:

bonsai mame, bonsai mame gallery, bonsai mame termahal, bonsai mame juara, bonsai mame on the rock, bonsai beringin mame, bonsai mame adalah, bahan bonsai mame

bonsai beringin mame

Ukuran Bonsai Mame

Di dunia perbonsaian diketahui adanya sebutan Bonsai Mame, yakni satu diantara kelompok bonsai yang ukuran paling kecil. Dahulu peraturannya yang dapat ditempatkan dalam kelompok ini ialah bonsai dengan tinggi tidak lebih dari 8 cm.

Namun karena benar-benar susah memperoleh bonsai sekecil itu yang memiliki bentuk yang memberikan kepuasan, karena itu batasannya dilonggarkan, hingga bonsai dengan tinggi sampai 12 cm juga masih digolongkan sebagai bonsai mame.

Dan sekian tahun hingga beberapa waktu terakhir ini, nampaknya ketentuannya dikendorkan kembali. Dalam literatur baru atau pameran bonsai, ditemui bonsai dengan tinggi 15 cm, tapi digolongkan sebagai Bonsai mame.

Menurut sfgate.com: Bonsai Mame tercatat dengan tinggi di antara 2 dan 6 inci (5,08 cm – 15,24 cm) menurut beberapa otoritas dan di antara 5 sampai 8 inch (12,7 cm – 20,32 cm) menurut otoritas lainnya.

Baca Juga :   6 Tanaman untuk Mencegah Cuci Darah

Bonsai yang berkualitas tinggi sebaiknya tanpa cacat. Dia sudah lewat periode training (pembentukan) yang betul dan memerlukan waktu lumayan lama. Semakin lama bonsai mengalami periode training dalam pot, semakin kelihatan terang sisi ketuaannya.

Berlainan sekali dengan bonsai yang memiliki bentuk lumayan bagus tapi baru mengalami periode pelatihan yang cepat, sisi ketuaannya tidak terlihat.

Membuat mame bonsai pada intinya sama dengan membuat bonsai yang memiliki ukuran lebih besar, hanya lebih membutuhkan ketekunan dan kesabaran.

Kesusahan yang kerap ada saat membuat Mame Bonsai ialah dalam menghasilkan ranting. Umumnya ini disebabkan karena media tanam yang dipakai tidak cocok.

Untuk membuat bonsai kecil ini, disamping kesuburan susunan media tanamnya harus disesuaikan dengan periode trainingnya. Disamping itu, karena pot untuk membuatnya memiliki ukuran kecil, karena itu periode pergantian media tanamnya mesti lebih pendek dibanding bonsai yang memiliki ukuran lebih besar dengan pot yang lebih besar juga.

Baca Juga :   Cara Budidaya Anggrek Miltoniopsis
cara bonsai mame, bonsai mame, cara bonsai, gambar bonsai mame, bahan bonsai mame, cara membuat bonsai mame, cara bonsai miana, model bonsai mame, cara membuat bonsai mame sancang, cara buat bonsai mame, cara bonsai pohon, membuat bonsai mame, bonsai mame anput

bonsai on the rock – via : pinterest.com

Cara Membuat Bonsai Mame

Untuk membuatnya, beberapa hal di bawah ini yang penting jadi perhatian, yakni :

  1. Tanaman bakalan bonsai seharusnya berasal dari biji, stek atau cangkokan, karena lebih gampang dibuat dan mudah diarahkan gayanya, dibanding bibit asal galian dari alam liar.
  2. Untuk tahapan awalnya bahan bonsai ditanamkan dalam pot sementara, yang ukuran 2x lipat pot bonsai permanen kedepannya. Maksudnya supaya tanaman cepat besar dan membuat cabang dan ranting yang banyak.
  3. Tempat tanam yang dipakai harus subur. Sepanjang dua tahun awal periode pelatihan, media tanamnya harus berstruktur kasar. 3 tahun selanjutnya, ditukar dengan media tanam yang lebih lembut, namun tetap agak kasar. Baru kemudian, media tanam yang halus dipakai.
  4. Kawat untuk pembentukan harus cocok betul besar kecilnya. Jangan kekecilan atau kebalikannya. Di saat pengkawatan, lima belas hari selanjutnya, harusnya dikontrol atau diperiksa, bila tanamannya adalah jenis yang cepat perkembangannya. Jika terburu jadi membesar, dapat muncul luka di sisa lilitannya. Bila tanamannya tipe yang lamban perkembangannya, diperiksa enam minggu sesudah pengkawatan.
  5. Pemotongan untuk memperkecil daun dilaksanakan jika ranting-rantingnya telah cukup banyak. Jika keburu dilakukan, akan kesusahan dalam pembentukan ranting.
  6. Pemotongan cabang dan ranting dilaksanakan jika umur bonsai telah tua betul dan seharusnya dilaksanakan tiap 6 bulan sekali.
  7. Pergantian media tanam berikut pemotongan akar, seharusnya dilaksanakan 6 bulan sekali. Karena potnya kecil, hingga bisa lebih cepat dipenuhi akar. Berlainan dengan bonsai yang memiliki ukuran lebih besar, pergantian media tanamnya dapat cukup tiap 1 atau dua tahun sekali.
Baca Juga :   Cara Mengusir Kelelawar Pemakan Buah

Jenis Tanaman untuk Bonsai Mame

Kesulitan lain dalam pengerjaan pembuatan bonsai mini ini adalah tercapainya wujud yang seimbang dengan ukuran yang sekecil itu. Karenanya tidak seluruhnya jenis tanaman dapat baik untuk dibuat bonsai jenis ini. Menurut pengalaman beberapa pembuat bonsai.

Bahan mame bonsai ialah tanaman mirten (Malpighia cocci = gera), beringin (Ficus benjamina), beringin karet (Ficus retusa), cemara buaya (Juniperus horizontalis), cemara duri (Juniperus rigida), cemara pua-pua (Cupressus papuanus), serut pagar (Ehretia microphylla), dan ulmus (Ulmus pumila).

error: