Buah Jamblang, Obat Ngompol dan Kencing Manis

Hewata.com. Tanaman buah juwet, buah jamblang, atau buah duwet, Syzygium Cumini, berupa pohon yang lumayan besarnya. Batangnya bergaris tengah 60 cm dan tingginya bisa sampai 15 m.

Varietas yang liar (yaitu juwet kerikil) biasanya tumbuh di tepi-tepi hutan jati dataran rendah, yang tingginya kurang dari 300 m dpl.Ia disebut kerikil karena buahnya kecil-kecil ibarat batu kerikil. Kira-kira sekecil 1,5 cm saja.

buah jamblang, jamblang, manfaat buah jamblang, buah jamblang hitam, rasa buah jamblang, buah jamblang bahasa sunda, manfaat buah jamblang atau duwet, gambar buah jamblang atau duwet, buah yang mirip jamblang, manfaat buah jamblang untuk diabetes, buah jamblang adalah

Varietas yang sudah dibudidayakan mempunyai buah yang lebih besar, sebesar biji rambutan (lk, 2,5 cm). Warnanya biru keungu-unguan (juwet biasa) atau hitam (juwet ireng). Disamping yang berbuah hitam dan biru ini ada pula varietas yang buahnya ungu (disebut juwet daging) dan malahan ada yang putih (juwet bawang). Juwet bawang memang tidak ditanam untuk diambil buahnya, tapi bijinya. Itu jamu yang mujarab untuk mencegah kencing manis atau diabetes.

1. Obat Alami Ngompol

Juwet atau duwet aka buah jamblang yang dipelihara di halaman rumah biasanya varietas juwet biasa, yang buahnya biru keungu-unguan. Rasa buahnya manis, walaupun agak sepet. Sepetnya karena mengandung zat penyamak tannin. Untuk menghilangkan rasa sepet ini buah yang sudah masak (dan akan dimakan) dikocok dulu dengan garam, diantara 2 buah cawan yang saling ditangkupkan.

Maka, getahnya yang mengandung tannin sepet itu akan diserap oleh garam, sehingga buahnya bisa dinikmati manisnya.

Susahnya, kalau kita terlalu banyak makan buah juwet, tannin yang kita telan toh mengganggu juga, karena bersifat astringen (mengerutkan) saluran air kencing, lalu menghambat pengeluarannya.Dalam kondisi tertentu, itu bisa menimbulkan demam.

Baca Juga :   5 Jenis Pohon Pisang Hias yang Unik

Tapi justru sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh nenek moyang kita untuk mengobati ‘penyakit’ beser (sering kebelet kencing) pada orang dewasa dan ‘penyakit’ ngompol pada anak-anak.

Untuk mencegah beser, boleh makan juwet agak banyak (asal jangan terlalu). Untuk mencegah ngompol, tidak dipakai buahnya, tapi bijinya.Selain mengandung tannin, biji ini juga mengandung asam galat yang astringen itu.

Tujuh butir biji juwet digiling sampai halus, lalu direbus dalam air 2 cangkir bersama gula jawa, sampai airnya tinggal separonya. Sari biji juwet ini diminumkan pada anak yang menderita ngompol itu sore-sore, sekitar jam 5 seperti acara minum teh saja. Begitu setiap sore, sampai ngompolnya sembuh.

2. Anti Mencret

Masih gara-gara tannin dan asam galat yang astringen, kulit dahan juwet yang mengandung kedua zat itu juga bisa dimanfaatkan sebagai jamu pencegah mencret, yang disebabkan oleh masuk angin.

Mencret jenis ini tidak disebabkan oleh bakteri atau parasit lain, tapi hanya karena perbedaan suhu, gara-gara kebanyakan minum es, misalnya. Atau kebanyakan sate kambing.

Untuk itu, kulit dahan satu jari (kurang lebih 6 cm) yang sudah dikeringkan (untuk mencegah pembusukan) direbus selama setengah jam dalam air mendidih satu gelas. Setelah ampasnya disaring, sarinya diminum.

Diperlukan 3 kali sehari minum jamu semacam ini, selama 2-3 hari, sebelum angin yang masuk itu hilang.Mencret yang disebabkan oleh amuba disentri tidak mungkin disembuhkan oleh jamu juwet ini.

Baca Juga :   Buah Nectarine yang Mirip Peach

3. Phytomelin dan Phytosterol

Buah jamblang lebih terkenal sebagai jamu anti diabetes daripada sebagai jamu atau obat ngompol dan mencret. Biang keladinya lain lagi.

Diabetes atau gangguan kencing manis disebabkan oleh kelebihan kadar gula glukosa dalam darah, gara-gara tubuh tidak mampu menghasilkan hormon insulin yang cukup. Insulin ini bertugas mengubah kelebihan gula dalam darah menjadi glikogen yang bisa ditimbun dalam hati. Tugas darah yang keberatan beban glukosa itu terganggu.

Tugasnya ialah mengangkut oksigen baru dari luar ke bagian tubuh yang memerlukannya, dan mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbondioksida ke luar badan.Badan lalu lekas capai, tenaga kurang dan kalau luka lama sekali sembuhnya. Keringat dan air kencing berbau manis, karena kelebihan gula glukosa itu.

Kandungan biji buah juwet mampu menyembuhkan gejala ‘lama sekali sembuhnya luka’ itu diduga biang keladinya ialah glukosida phytomelin, yang mampu mengurangi kerapuhan pembuluh-pembuluh darah kapiler (yang membuat luka lama sekali sembuh). Dengan diberi phytomelin biji juwet, kerapuhan itu dicegah, dan luka-luka yang ada bisa cepat sembuh.

jamblang, buah duwet, pohon jamblang, manfaat buah jamblang, manfaat buah juwet, buah coppeng, juwet hitam, duwet buah, jamblang adalah, daun jamblang, khasiat buah jamblang

Pada penyakit kencing manis ini muncul pula gejala lekas capai dan tenaga kurang. Biji buah jamblang juga mampu menghilangkan rasa lekas capai dan tenaga kurang ini.

Diduga bahwa biang keladinya ialah alfa-phytosterol dalam biji itu, yaitu sejenis sterol yang bersifat anticholesteremik, mencegah kelebihan kolesterol.

Baca Juga :   Cara Panen Buah Durian yang Baik dan Benar

Namun, apa hubungannya kolesterol dengan kencing manis? Kadar glukosa yang tinggi dalam darah penderita kencing manis itu membuat kadar kolesterol yang masih rendah saja sudah parah. Seolah-olah darah itu sudah kebanyakan kolesterol, padahal belum banyak.

Darah sudah terganggu tugasnya, sehingga pembangkitan tenaga hasil oksidasi (pembakaran) zat makanan menjadi energi macet. Berkuranglah tenaga kita, dan kita jadi cepat cape.

Kalau dalam keadaan seperti itu kita dijamoni alfaphytosterol dari biji juwet, gejala lekas capai itu disembuhkan. Maka, biji juwet kemudian terkenal sebagai jamu kencing manis.

Untuk itu, 7 biji juwet bawang (atau 15 biji juwet biasa) ditumbuk halus, lalu direbus dalam 2 gelas air. Air rebusan ini diminum sedikit-sedikit. Jumlah yang ada harus dihabiskan sepanjang hari.

Boleh diangsur dengan minum 3 kali sehari.Boleh juga 2 kali sehari.Mungkin diperlukan 2-3 hari pemberian jamu ini. Pengobatan dihentikan kalau badan sudah merasa segar, tidak lesu kekurangan tenaga lagi.

Dengan jamu ini, jelas yang dijamoni hanya gejala penyakit saja, sedang kekurangan insulin yang menjadi biang keladi penyakit itu sendiri tidak diberantas.

Karena itu, disamping jamu juwet ini, penderita kencing manisharus mengurangi makan bahan makanan sumber gula glukosa, seperti gula, nasi, dan makana karbohidrat lainnya.

Kelak, kalau produksi hormon insulin oleh tubuh sudah normal (cukup) kembali, jamu juwet dan diet karbohidrat boleh dihentikan. (DBS)

error: