Cara Budidaya Ikan Betutu Si Marble Goby

Hewata.com. Cara Budidaya Ikan Betutu. Di Jakarta, Ikan Betutu (Oxyeleotris Marmorata) lebih dikenal dengan istilah ikan bodoh atau ikan malas, nama lainnya adalah Marble goby. Ikan yang sebenarnya adalah hama bagi budidaya udang yang dipelihara dalam tambak itu, dahulu pernah muncul namanya karena dipandang benar-benar sedap dagingnya.

Ikan betutu mulai dikonsumsi ketika bobotnya mencapai 150-250 g, karena ikan seukur itu umumnya telah dewasa dan sanggup berpijah.

cara budidaya ikan betutu, cara membersihkan ikan betutu, cara memelihara ikan betutu di aquarium, cara memancing ikan betutu, cara membedakan ikan betutu jantan dan betina, cara merawat ikan betutu, cara memijahkan ikan betutu secara alami, foto ikan betutu, apa itu ikan betutu

Jika ingin membudidayakan ikan betutu, seharusnya diperhitungkan dahulu secara matang. Harga betutu yang tinggi ialah harga pada tingkat konsumen, yang tentu saja akan berbeda jauh pada harga pada tingkat produsen. Disamping itu betutu termasuk ikan yang pertumbuhannya lamban, memerlukan waktu sekitaran 18 bulan untuk membesarkan benih betutu dari ukuran 5 cm sampai mencapai 2 ekor per kg atau 500 gram per ekor.

Masa pembesaran yang paling lama itu pasti mengundang resiko yang tidak kecil, dari masalah keamanan sampai pengelolaan dan modal yang bakal ditanamkan. Fluktuasi harga akan susah diramalkan, jika sejak awal belum mendapat penampung dengan jumlah harga yang jelas.

Baca Juga :   Cara Merawat Anak Kucing Persia

Yang terang area tambak dapat digunakan untuk budidaya betutu, karena ikan itu termasuk ikan air payau. Secara alami ikan itu banyak menyebar di rawa-rawa.

Yang lebih penting usaha budidaya macam apa yang akan diterapkan, yaitu pembenihan, pendederan benih, atau pembesaran ikan konsumsi. Ketiga usaha itu membutuhkan pengelolaan sendiri-sendiri, agar masing-masing dapat berfungsi dengan baik.

Cara Membedakan Ikan Betutu Jantan dan Betina

Cara membedakan ikan betutu jantan dan betina. Induk jantan dengan betina bisa dibedakan dengan memperlihatkan alat kelaminnya, berupa ‘papilla urogenital’. Kalau calon induk berasal dari hasil tangkapan, sebaiknya diadaptasikan dulu di kolam selama 1-2 minggu sebelum dipijahkan.

Ikan itu diberi makan udang, anak ikan, teri, ikan rucah, atau cacahan ikan mujair sebanyak 10% dari bobot tubuhnya setiap hari. Pakan diberikan menjelang malam, karena betutu tergolong ikan yang aktif dan agresif pada malam hari. Baca juga : Cara Memijahkan Ikan Betutu

cara membedakan ikan betutu jantan dan betina, cara merawat ikan betutu, cara memijahkan ikan betutu secara alami, foto ikan betutu, apa itu ikan betutu, cara beternak ikan betutu, cara berkembang biak ikan betutu, ikan betutu berkembang biak dengan cara, bentuk ikan betutu

Tempat pemijahannya dapat berupa kolam berukuran panjang 20 m, lebar 10 m, dan tinggi 80 cm, dapat pula berupa kolam tembok berukuran panjang 4 m, lebar 2 m, tinggi 50 cm.

Baca Juga :   Fakta Laba-Laba Janda Hitam

Jika kolam luasnya 200 m2, diperlukan air yang mengalir terus-menerus dengan debit air 25 liter per menit, dengan padat penebaran 35-40 pasang induk betutu. Kalau kolam seluas 8 m2 diperlukan air yang mengalir terus-menerus dengan debit 5 liter per detik.

Aliran air itu sangat penting untuk merangsang pemijahan. Pemijahan betutu tidak mengenal musim, dapat berlangsung sepanjang tahun. Per pasang induk dapat dipijahkan 3-4 kali setahun. Kemampuannya berpijah biasanya sangat tinggi pada musim penghujan.

Proses pemijahan dimulai dengan saling mengenal calon pasangannya selama ikan itu berada dalam masa adaptasi. Biasanya mereka memilih pasangan yang sepadan, baik ukuran maupun bobotnya. Pasangan yang sudah cocok kemudian akan berdiam pada sebuah sarang.

Setelah telur yang dikandung matang, lalu ada rangsangan air mengalir atau hujan, pasangan betutu ini akan berpijah dalam sarang. Pemijahan berlangsung pada malam hari.

Sarang harus diperiksa setiap hari, agar diketahui berisi telur atau tidak. Jika ada, telur tampak melekat dan menyebar teratur di bagian dalam sarang yang terbuat dari papan, pipa PVC, atau ban bekas. Jumlah telur berkisar 5.000-45.000 butir, tergantung dari besar kecilnya induk ikan. Bentuk telur lonjong, transparan, masing-masing melekat pada dinding sarang. Luas permukaan telur 200-400 cm2, dengan kepadatan 70 butir per m2.

Baca Juga :   Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Murah Meriah!

Telur dapat ditetaskan dalam bak penetasan atau dalam hapa yang ditaruh dalam bak pendedaran benih pada suhu 26-28oC, pH air sekitar 7. Bak pendedaran itu berukuran panjang 3 m, lebar 1,5 m, dalam 1 m dengan ketinggian air 70-80 cm.

Bak pendedaran ini dapat menampung 140.000 ekor larva ikan betutu, kalau per liter air dapat menampung 40 ekor larva betutu. Telur yang sudah menetas akan menjadi larva berukuran 3,5-4 mm.

Pada saat baru lahir larva itu sangat lemah, berenangnya tersendat-sendat. Keadaan itu akan berlangsung sampai umur 4-5 hari atau sampai bekal telur kuning dalam perutnya habis.

error: