Cara Menanam Bunga Gerbera di Pot

Posted on

Hewata.com. Ada 3 jenis Flori line atau Floripot (bunga gerbera hibrida), yakni flori line mini, midi, dan spider. Perbedaan ketiga flori line terletak pada jumlah variasi warna, panjang tangkai, dan diameter bunga.

Bunga Gerbera

Bunga Gerbera Flori line mini memiliki 15 macam warna bunga, antara lain kuning, merah, ungu, dan putih.

Diameter bunga berkisar antara 3-5,5 cm dengan center sebagian besar berwarna hijau. Sedangkan panjang tangkai bunga 8 cm.

flori line midi memiliki 14 warna, antara lain merah tua, putih, merah muda. Diameter bunga sama seperti flori line mini, tapi panjang tankai bunganya bisa mencapai 16 cm.

Center bunga hijau dan cokelat serta warna di sekeliling center sebagian besar kuning.

Sedangkan flori line spider bunganya memiliki 24 warna. Diameter bunga rata-rata 3 cm dengan panjang tangkai 17 cm.

Bentuk bunganya bundar, tetapi petalnya runcing-runcing agak terpisah, tidak seperti flori line mini. Center bunga ada yang berwarna cokelat dikelilingi warna kuning.

Ada yang hijau dengan warna putih disekitarnya. Ada juga yang centernya hitam dan dikelilingi warna putih. Meskipun ketiga flori line itu berbeda sekali, tapi syarat budidayanya tetap sama.

garbera, gerbera, gerbera's, gerberas, bunga gerbera

1. Mengecambahkan benih

Bunga gerbera Flori line yang masih berupa benih jika tidak segera disemai, sebaiknya disimpan pada temperatur minimum 5o dan maksimum 8oC.

Kisaran ini sangat penting diperhatikan agar tingkat perkecambahan benih tetap tinggi.

Dalam mengecambahkan benih, media semai mempunyai peranan yang sangat penting. Tanah gambut yang dicampur dengan pupuk NPK dan kapur paling baik untuk penyemaian.

Media tanam yang ideal memiliki pH antara 5,5-6. Ini cara terbaik untuk menyemai benih di pot yang kecil dengan diameter 4,5 cm.

Baca Juga :   Cara Mengatasi Jamur Pada Anggrek

Dalam pot  yang drainasenya harus baik ini, hanya diisi datu butir benih.

Setelah disemai, media disiram sampai lembap tetapi tidak terlalu basah. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati agar benih tidak hilang terbawa air.

Kemudian benih ditutup selapis tipis gambut, lalu media disemprot lagi dengan sprayer yang butiran airnya paling halus.

Dosis penyemprotan harus tepat karena media semai sangat cepat mengering, sehingga peru dikontrol kelembapannya.

Jika media telah kering sebaiknya disemprot lagi dengan air tanpa dicampur pupuk daun.

Pada awal pertumbuhannya, suhu ideal yang diperlukan 22oC, dan dipertahankan tetap stabil. Sedangkan temperature maksimum 35oC.

Kalau lebih tinggi dari 35oC, dapat menurunkan tingkat perkecambahan benih.

2. Sungkup Plastik

Jika pesemaian dilakukan di dalam rumah kaca, periode pertama setelah benih disemai, media semai diberi sungkup plastik agar kelembapan dan temperaturnya tetap stabil, serta menghindarkan media kering terlalu cepat.

Kelembapan yang baik di dalam plastik sekitar 98%. Selain itu, media semai harus dilindungi dari sinar matahari langsung.

Plastik terbaik yang digunakan berupa plastik putih yang tipis.

Setelah benih berkecambah (5-7 hari kemudian) sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari untuk ventilasi udara.

Dari 7-10 hari setelah semai, pembukaan sungkup diperpanjang sampai sekitar 3 jam. Kemudian bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncaknya.

Hasilnya akan diperoleh kelembapan sekitar 90%.

Selain itu, penting juga untuk memperpanjang pembukaan ventilasi sampai 4 hari kemudian. Akhirnya sungkup diangkat pada sore harinya.

Pada saat itu umur bibit mencapai 21 hari atau 3 minggu.

Tiga minggu selanjutnya temperatur dapat diturunkan menjadi minimum 20oC. Sedangkan kelembapan optimal sekitar 80%.

Selain itu, kelembapan dalam tanah harus selalu dikontrol. Jika media mulai kering, tanah disiram dengan air yang dicampur dengan pupuk.

Pupuk yang digunakan adalah NPK (20:20:20) dicampur Mg, Fc, dan Mn. Diusahakan pH larutan 6.

Baca Juga :   37 Bunga Terindah yang Paling Cantik di Dunia

Ketika sungkup plastik dibuka, intensitas sinar matahari terlalu tinggi sehingga dapat merusak tanaman muda. Jika besar cahaya lebih dari 400 W/m2, sebaiknya menggunakan net.

Pemakaian net masih dilakukan meski umur tanaman bertambah.

Lima minggu kemudian, tanaman muda itu siap ditanam di pot yang sebenarnya.

Pada saat itu kelembapan relatif, penyiraman, pemupukan, penyinaran dan temperatur yang sesuai dengan tanaman harus selalu diperhatikan.

bunga gerbera, gambar bunga gerbera, manfaat bunga gerbera, jenis bunga gerbera, warna bunga gerbera, perawatan bunga gerbera, cara menanam bunga gerbera dari biji, arti bunga gerbera, menanam bunga gerbera, cara menanam bunga gerbera, cara merawat bunga gerbera, tanaman bunga gerbera, perawatan bunga gerbera, budidaya bunga gerbera

3. Perawatan Sampai Berbunga

Sekitar 5-6 minggu setelah benih berkecambah, tanaman muda flori line t siap dipindahkan ke pot terakhir, dimana tanaman dirawat sampai berbunga.

Diameter pot yang paling baik adalah 10-12 cm. Pot diisi media tanam sampai beberapa cm di bawah pinggir pot agar air tidak meluap saat disiram.

Gerbera flori line membutuhkan tanah dengan aerasi yang optimal. Media tanam di pot ditekan-tekan tidak terlalu keras, karena dapat menghambat peresapan air saat disiram.

Selain itu, jika air terlalu lama menggenang di pot dapat menimbulkan cendawan karena penyakit.

Merawat bunga gerbera flori line dalam pot lebih baik diletakkan di atas bangku untuk mempermudah perawatan dan menghindari serangan organisme yang berbahaya dari dalam tanah.

Jika tidak mungkin menggunakan bangku, tetapi harus ditanah, maka tanahnya harus ditingkatkan lebih dahulu.

Kemudian tanah itu ditutup dengan plastik berlubang-lubang. Plastik ini berfungsi untuk mempertahankan kelembapan dan berpengaruh positif terhadap iklim di rumah kaca.

Selama 1-2 minggu setelah pindah pot, temperatur malam hari sebaiknya 18oC. Jika perakarannya sudah baik, ternperatur dapat turun lagi menjadi 14oC pada malam hari.

Pada siang hari temperatur minimal dianjurkan antara 17-18oC (tergantung intensitas cahaya). Sedangkan temperatur maksimal sulit ditentukan.

Tetapi harus dihindarkan temperatur yang terlalu tinggi karena dapat menghambat pertumbuhan generatif. Temperatur yang tinggi justru dapat merangsang pertumbuhan vegetatif sehingga mengurangi jumlah kuncup bunga.

Baca Juga :   9 Bunga Paling Harum Untuk Taman Anda

Oleh karena itu, dengan temperatur lebih dari 24oC hubungan antara pertumbuhan generatif dan vegetatif cenderung ke pertumbuhan vegetatif.

Intensitas cahaya juga cukup penting. Gerbera flori line tidak menyukai terlalu banyak cahaya matahari secara langsung atau penyinaran di bawah 400 W/m2.

Jika terlalu panas perlu diberi naungan. Sedangkan penyiraman untuk tanaman flori line harus selalu diperhatikan. flori line tidak menyukai terlalu banyak air karena beberapa jenis cendawan dapat cepat sekali menyerang tanaman.

Tetapi kekurangan air juga dapat merusak gerbera flori line .

Jika harus disiram, sebaiknya selalu dicampur dengan pupuk yang berupa pupuk campuran NPK (15:11:29), Mg, Fe, dan Mn, dengan pH 6. Beberapa minggu sebelum pembungaan ditentukan, pupuk yang diberikan mengandung K lebih banyak dengan perbandingan 12:0:44.

Kandungan K lebih tinggi berguna untuk memacu pembungaan serta meningkatkan kualitas bunga.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit Bunga Gerbera

Hama dan penyakit gerbera flori line sama dengan gerbera potong yang ditanam di tanah. Tetapi pada gerbera floripot pengawasan hama dan penyakit sangat penting, sebab sekali tanaman di pot itu terserang hama, tanaman itu sudah tidak layak dijual maupun diekspor.

Pengorok daun, siput, dan ngengat merupakan hama yang paling sering menyerang gerbera flori line.

Untuk mencegah serangan pengorok daun perlu dilakukan penyemprotan insektisida Curamil, Tamaron, atau Vydate.

Penyemprotan dilakukan seminggu sekali sampai kuncup bunga mulai berwarna.

Pada saat itu penyemprotan Curamil dihentikan. Jika menggunakan Tamaron, penyemprotan dilakukan 3-4 kali saja, karena dapat menyebabkan daun terbakar.

Serangan pengorok daun itu akibatnya bisa sangat serius, karena dapat terjadi lubang terowongan dalam daun.

Pada hama ngengat, ulatnya memakan daun-daunan dan membuat lubang di dalamnya. Untuk mengatasi ngengat dilakukan dengan memasang lampu perangkap.

Sedangkan serangan siput dapat menyebabkan lubang pada daun. Pengendalian hama ini menggunakan akarisida dengan dosis menurut petunjuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *