Cara Agar Tanaman Buah Anggur Cepat Berbuah

hewata.com. Agar tanaman buah anggur cepat berbuah. Anggur bukan tumbuhan asli Indonesia tetapi terdapat sebagian varietas yang sanggup menyesuaikan diri dengan baik di Indonesia. Walaupun kualitasnya kalah dibanding anggur impor, namun tetap saja banyak yang menyukainya, untuk ditanam di taman pekarangan atau kebun. Tumbuhan buah anggur bisa ditanam sebagai tumbuhan merambat pada pergola. Dengan sedikit perhatian serta perlakuan tentu pergola kita dihiasi gelantungan dompolan- dompolan buah anggur.

cara buah anggur cepat berbuah, cara buah anggur besar dan manis, cara buahkan anggur, cara buah anggur berbuah lebat, cara buah anggur, cara membuat anggur buah, cara anggur cepat buah, cara menanam buah anggur cara menggambar buah anggur, cara menyimpan buah anggur agar tahan lama, cara menanam buah anggur agar cepat berbuah, cara merawat buah anggur agar cepat berbuah, cara agar buah anggur berbuah besar, cara agar buah anggur cepat berbuah, cara agar buah anggur besar dan manis

Memperhatikan asal-usulnya dari bagian tenggara Afganistan sampai Laut Kaspia, tanaman anggur memang lebih baik berkembang di daerah antara subtropis dan tropis sebelah utara khatulistiwa. Namun kenyataannya, tanaman ini menyebar ke daerah subtropis dan tropis, seperti negara-negara Eropa, Amerika, Australia dan Indonesia. Di negara-negara subtropis tanaman anggur berbuah setahun sekali menjelang musim panas. Sedangkan di negara tropis, terutama di Indonesia, tanaman dapat berbuah 2 – 3 kali setahun.

Umumnya tanaman anggur dibuahkan setelah umur 2 tahun, bahkan di luar negeri dibiarkan berbuah jika sudah mencapai umur 3 tahun. Pada daerah yang cocok, tanaman dengan pemeliharaan baik akan tumbuh sekitar 0,2 – 0,4 cm per jam. Sehingga, 3 bulan setelah tanam pertumbuhan batangnya mencapai lebih dari 2 meter. Ini berarti apabila dibiarkan begitu saja, tanaman akan tumbuh memanjang tanpa arah yang benar dan liar. Akibatnya, tanaman akan berbunga dan berbuah sedikit, “malas” dan tidak teratur. Hal ini disebabkan pertumbuhan memanjang (vegetatif) yang cepat mendominasi pertumbuhan dewasa (generatif). Untuk menghambat pertumbuhan vegetatif, lakukan pemangkasan batang, cabang primer, sekunder dan cabang tersier.

Dengan pemangkasan hingga cabang tersier, tunas-tunas samping baru akan tumbuh diikuti perubahan karakter tunas yang menghasilkan bunga dan buah. Tetapi perlu diperhatikan juga, adakalanya tanaman tidak mau berbuah walaupun cabang dan daun sudah berhenti.

Penyebabnya, salah satu atau ketiga syarat utama pembentukan bunga dan buah tanaman anggur tidak terpenuhi. Syarat pertama, tanaman perlu istirahat tumbuh selama 4 -7 bulan. Maka istirahat ini biasanya terjadi pada musim kemarau yang jelas. Bila pada musim kemarau sering jatuh hujan walaupun sedikit dapat menghapuskan istirahatnya. Syarat kedua, kondisi tahanya harus porus supaya kelembapan tanah rendah tapi tidak terlalu kering sehingga dapat mematikan tanaman. Dan syarat ketiga, tersedia air dalam jumlah banyak untuk pengairan yang diperlukan setelah masa istirahat selesai.

Pemangkasan Tanaman Anggur

Untuk mencapai kondisi seperti yang dikehendaki tanaman tersebut, ia perlu dipangkas atau dipaksa istirahat. Teknik pemangkasan cabang tersier ini merupakan salah satu kunci keberhasilan merangsang tanaman anggur untuk berbunga dan berbuah. Di Indonesia dikenal 3 macam pemangkasan tergantung varietasnya;

  1. Pemangkasan pendek, yakni pemotongan cabang tersier dengan menyisakan 1-4 mata. Pemangkasan model ini hanya dilakukan pada varietas anggur yang tumbuhnya lambat, seperti anggur bali.
  2. Pemangkasan sedang, yaitu pemotongan cabang tersier dengan menyisakan 4-10 mata. Pemangkasan macam ini dilakukan pada varietas anggur yang pertumbuhannya sedang, seperti anggur Probolinggo putih dan white malaga.
  3. Pemangkasan panjang, yakni pemangkasan cabang teriser dengan menyisakan 10 mata atau lebih, misalnya anggur isabella.

Sebelum pemangkasan cabang tersier untuk pembungaan, perlu dilakukan pemangkasan sejak awal agar cabang tersiernya terbentuk pada landasan cabang pokok yang kuat. Tahap pertama membentuk batang utama, yakni memotong tanaman setinggi para-paranya (2 – 2,5 meter). Empat bulan kemudian potong tunas-tunas baru yang terbentuk dan telah mencapai panjang 75 – 100 cm dengan menyisakan 1 – 10 mata sesuai varietasnya. Cabang ini disebut cabang primer. Empat bulan berikutnya, setelah tunas-tunas baru yang tumbuh dari cabang primer mencapai 75 – 100 cm, pangkas lagi dengan menyisakan 1 – 10 mata. Cabang ini disebut cabang sekunder.

Dari pemangkasan cabang sekunder akan tumbuh tunas-tunas baru yang merupakan cabang tersier. Cabang tersier ini merupakan cabang buah permanen. Pemangkasan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan selalu dilakukan terus menerus pada cabang tersier ini.

Setiap kali pemangkasan cabang tersier untuk pembungaan harus diikuti dengan perompesan (pengguguran) daun-daun tua atau yang terserang penyakit. Daun-daun tua ini tidak efisien lagi melakukan fotosintesis dan malah cenderung menjadi sarang hama dan penyakit tanaman. Dengan merompes daun-daun tua berarti pula menghemat pemakaian cadangan makanan, yang kemudian berguna untuk mendorong tanaman berbunga dan berbuah lebat.

Mengatur Musim Buah

Pemangkasan cabang tersier harus diperhitungkan supaya sewaktu berbunga dan berbuah tidak jatuh pada musim hujan. Pembentukan buah yang jatuh pada musim hujan akan menghasilkan buah bermutu rendah, rasanya masam, dan terdapat bekas serangan penyakit.

Pemangkasan cabang tersier tersebut bisa dilakukan pada bulan Maret, Juni dan September, agar anggur cepat berbuah. Di daerah subtropis, pemangkasan cabang dilakukan dua kali. Pemangkasan pertama dilakukan menjelang musim dingin supaya tanaman istirahat dan tidak rusak akibat cuaca musim dingin. Dan pemangkasan kedua menjelang musim panas untuk pembungaan dan pembuahan. Biasanya 4 minggu setelah pemangkasan cabang tersier dan perompesan daun yang diikuti pemberian air cukup, tanaman akan berbunga lebat. Sekitar 100 hari kemudian dompolan-dompolan buah anggur kita siap untuk dinikmati.

Setelah tanaman hanya menghasilkan sedikit buah atau terserang penyakit berat yang sulit dikendalikan (biasanya setelah berumur lebih dari 25 tahun), tanaman lebih baik dipangkas berat. Dalam kondisi seperti ini semua cabang, kecuali primer kita pangkas habis. Selanjutnya kita mulai dengan pembentukan cabang kembali seperti tahun pertama.

Supaya tunas yang terbentuk bagus dan kekar, selain pemangkasan tanaman juga perlu dipupuk dan diairi dalam jumlah cukup. Pupuknya berupa : 5 keranjang pupuk kandanag, 380 gram urea, dan 380 gram TSP + 300 gram KCI masing-masing diberikan 2 minggu, 5 hari dan 10 hari sebelum pemangkasan. Itulah tips agar anggur cepat berbuah. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

error: Content is protected !!