Cara Budidaya Mangga Agar Cepat Berbuah ala Thailand

hewata.com. Penanaman bibit dan perawatan tanaman merupakan dua hal yang paling vital dalam usaha budidaya manga. Sebab persiapan-persiapan pratanam yang telah dilakukan sebelumnya hanyalah penunjang suksesnya kebun. Pembungkusan buah dan dibiarkannya pertumbuhan gulma di sekitar tanamn dewasa adalah dua hal yang khas dari kebun manga di Thailand.

cara budidaya mangga biar cepat berbuah, menanam mangga agar cepat berbuah, menanam mangga cepat berbuah, cara menanam mangga cepat berbuah, budidaya mangga, budidaya mangga dalam pot, cara budidaya mangga, cara budidaya mangga cepat berbuah, cara budidaya mangga agar cepat berbuah

Cara Budidaya Mangga Biar Cepat Berbuah

Seperti halnya di Indonesia, pekebun Thailand pun memilih musim penghujan sebagai saat penanaman bibitnya. Mengapa? Di musim hujan air cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan bibit akan air, terutama pada masa-masa awal penanamannya dimana akar tanaman belum sanggup menembus lebih jauh ke dalam tanah untuk mencapai air tanah yang tersedia.

1. Penanaman

Di kebun Prapat Sitdishung Thailand, bibit okulasi atau sambungan produksi sendiri ditanam pada lubang tanam yang telah disiapkan sekitar satu bulan sebelumnya. Lubang tanam itu pun tak sekadar digali begitu saja, melainkan juga telah diperlakukan dengan pemupukan dasar. Pupuk yang dipakai sebagai pupuk dasar biasanya berupa pupuk organik, seperti pupuk kandang, ditambah NPK 15-15-15. Dalam setiap lubang tanam diberikan 10 kg pupuk organik ditambah 100 gram NPK, dicampurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Lapisan tanah atas ini dimasukkan terlebih dahulu ke dalam lubang tanam, baru kemudian tanah bawahnya.

Pada saat akan ditanami, lubang tanam itu dibongkar lagi tetapi ukurannya sudah tidak sebesar lubang tanam semula. Lubang lebih besar sedikit daripada ukuran bola tanah akar bibit. Bibit lalu dimasukkan ke dalam lubang tersedia, dipadatkan dengan tanah galian, lalu disiram. Sitdishung biasanya juga menutupi permukaan tanah di sekitar tanaman yang masih kecil dengan rumput kering untuk mengurangi sentuhan siraman air langsung pada tanah dan menjaga kelembapan lingkungan tanam.

Baca Juga :   Sisir, Cocok Sebagai Bonsai Tanaman Liar

2. Pengairan

Setelah tanam, bibit manga disiram secara rutin, terutama jika tidak turun hujan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada fase bibit, tetapi juga sepanjang kehidupan tanaman.

Pekebun Thailand memang memberikan perhatian khusus untuk kegiatan ini. Mereka cukup memahami kapan waktunya manga butuh air dan kapan tidak membutuhkannya, serta volume yang diperlukan. Karena itu mereka melakukan penyiraman dalam jumlah dan waktu yang pas, tidak berlebih tidak pula kekurangan. Dengan demikian, tanaman dapat memberikan produksi yang maksimal.

Untuk kebutuhan penyiraman, setiap kebun di Thailand memiliki tempat penampungan air. Sedangkan sumber airnya dapat berupa danau, waduk, mata air, atau sumur. Kebun Prapat Sitdishung misalnya, dilengkapi waduk terletak di bagian kebun yang paling tinggi. Dengan mengandalkan tenaga gravitasi, air itu siap dialirkan ke seluruh kebun. Pemberian air ke setiap tanaman melalui permukaan bawah tanah (metoda penggenangan), permukaan tanah (penyiraman manual), ataupun melalui system irigasi bertekanan dengan sprayer atau dripper. Secara umum jumlah air yang diberikan berkisar 70-80 liter per tanaman per minggu untuk tanaman dewasa.

Baca Juga :   Cara Menanam Kaktus dan Sukulen

3. Pemupukan

Bagi pekebun Thailand, pemupukan sudah merupakan kegiatan wajib untuk memberikan hara bagi tanaman. Paling tidak satu kali setahun tanaman diberi pupuk kandang (di Thailand umumnya diberi pupuk kotoran babi) dengan dosis 15 kg per pohon atau lebih. Pupuk ini ditabukan ke sekeliling pohon dan ditutup tipis-tipis di permukaan tanah sekitar batang. Selain itu diberikan pula pupuk N seperti ammonium sulfat atau urea sebanyak 100-150 gram per pohon setiap 3-4 bulan. Ada juga yang memberikan pupuk NPK 15-15-15 atau 16-16-16 sebanyak 0,25-1 kg per tahun per pohon tergantung umur tanaman. Prapat biasanya memberi NPK tersebut pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.

Pada tanaman usia produksi, mereka lebih memfokuskan pemupukan pada pupuk fosfor dan kalsium untuk merangsang pembungaan. Selain pupuk tunggal TSP dan KCI, mereka juga biasa menggunakan NPK yang kandungan fosfor dan kaliumnya tinggi (misalnya NPK 8-16-24). Dosis pupuk sekitar 100-150 gram per pohon, biasanya diberikan sebelum musim hujan berakhir. Selain dengan pupuk akar, untuk meningkatkan kesuburan dan kemampuan produksi tanaman diberikan pula pupuk-pupuk daun.

4. Penyiangan

Mungkin agak berbeda dengan di Indonesia, di Thailand keberadaan gulma di kebun bukan merupakan ancaman. Karena itu, tak jarang kebun disana ditumbuhi gulma seperti alang-alang. Kecuali pada lingkaran tanaman tepat di bawah tajuk tanaman. Penyiangan biasa dilakukan secara manual dengan mencangkul. Tetapi ada juga yang mengaplikasikan herbisida misalnya Roundup.

5. Pemangkasan

Pemangkasan menjadi langkah pemeliharaan yang paling diperhatikan pekebun Thailand. Betapa tidak. Dengan jarak tanam relatif rapat, pekebun disana memang harus betul-betul menjaga bentuk dan ukuran kanopi tanaman agar tidak lebih dari 1,75 m lebarnya dan tinggi tanamannya tidak lebih dari 3 m saja. Kegiatan ini telah dilakukan sejak tiga tahun pertama sejak penanaman.

Baca Juga :   Cara Menanam Anggur dari Biji yang Benar

Secara rutin tanaman juga dipangkas ranting, daun, atau bagian lain yang patah dan rusak karena penyakit atau sebab lain. Tanaman juga selalu dikontrol agar bebas tunas-tunas air yang tidak berguna.

6. Pembungkusan buah

Kegiatan ini juga tidak asing lagi dilakukan oleh pekebun manga Thailand. Memang buah yang dibungkus umumnya hanya buah jatah pasar ekspor saja, sedangkan buah untuk pasar lokal hanya dibiarkan telanjang tanpa bungkus.

Pembungkusan dilakukan sejak buah masih berukuran pentil. Bahan pembungkus yang dipakai biasanya berupa kertas Koran, bukan bahan-bahan mahal. Meski begitu, hasil buahnya mulus tanpa cacat, tanpa ada gejala terserang lalat buah atau penggerek buah.

7. Perawatan lain

Perawatan lain yang dilakukan adalah menjaga kebersihan kebun. Kotoran, dedaunan, dan ranting bekas pangkasan biasanya segera disingkirkan. Demikian pula dengan buah-buah yang rontok. Maksudnya agar tidak menjadi sumber hama dan penyakit.

Selain memusnahkan sisa-sisa tanaman, kondisi tanaman juga mendapat perhatian pekebun. Tanaman yang daunnya terlalu rimbun dipangkas untuk mengurangi kelembapan kebun. Semua ini dimaksudkan agar penyakit cendawan tidak bersarang di sana. Dengan cara itu, biasanya kehadiran hama dan penyakit dapat ditekan sejak dini sampai sekecil mungkin.

error: