Cara Budidaya Tembakau Virginia yang Baik

hewata.com. Bojonegoro – Jawa Timur, merupakan daerah penghasil tembakau Virginia terluas di Indonesia. Areal tembakau di kabupaten ini sekitar 20.000 ha dan merupakan 40% areal tembakau di Indonesia

Tembakau Virginia pada digunakan untuk rokok atau sigaret. Dalam perkembangan lebih lanjut, Virginia juga digunakan untuk pengisi rokok keretek. Dalam sebatang rokok keretek 80% pengisinya adalah tembakau Virginia. Di Bojonegoro ada beberapa varietas tembakau Virginia, yakni Dixie Bright (DB) 101, Cokker 319, 48 dan 298. Berikut ini cara penanamannya.

tembakau virginia original, tembakau virginia adalah, tembakau virginia bojonegoro, budidaya tembakau virginia, tembakau virginia indonesia, gambar tembakau virginia, tembakau jenis virginia, karakteristik tembakau virginia, karakter tembakau virginia, keunggulan tembakau virginia, pengertian tembakau virginia, produksi tembakau virginia

Iklim yang dibutuhkan

Suhu yang sesuai antara 26-32oC dengan ketinggian tempat 20-300 m dpl.Curah hujan merata sekitar 2.000 mm per tahun dengan bulan kering sekurang-kurangnya 2 bulan. Pada waktu penyemaian curah hujan yang diperlukan antara 114-174 mm per bulan, sedangkan selama pertumbuhan antara 26-83 mm per bulan.

Tanah yang sesuai adalah jenis lempung berpasir (sandy loam) atau lempung berpasir halus (fine sandy loam). Kadar bahan organic rendah sampai sedang.pH antara 5,5-6 dan topografi agak landai dengan kemiringan 5%.

Persemaian Benih

Benih yang baik berasal dari tanaman hasil seleksi, tua dan bernas, utuh, tidak tecampur bahan asing atau biji gulma. Tanah diolah secara intensif, dibentuk bedengan-bedengan dengan ukuran 3×1 m dan diberi atap. Bedengan membujur kea rah utara selatan.

Pupuk dasar TSP diberikan 7 hari sebelum tabur benih dengan dosis 35 g per m2 dan ZA diberikan 3 hari sebelum tabur benih, secara kering dan basah. Pada cara kering, benih dicampur dengan abu dapur atau pasir steril kemudian ditaburkan ke permukaan bedengan. Pada cara basah, benih dikecambahkan terlebih dahulu selama 3 hari kemudian dimasukkan ke dalam gembor yang berisi air. Sambil diaduk, gembor disiramkan ke permukaan.

Penyiraman dilakukan 3 kali sehari selama benih belum tumbuh dan 2 kali sehari setelah benih tumbuh. Penyiangan dilakukan setiap saat tumbuh rumput dengan mencabutnya satu persatu.

Pemberantasan hama dan pencegahan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dan fungisida tergantung penyakit dan hama yang ada. Selang waktu penyemprotan 5-7 hari. Apabila akan disemprotkan pestisida, penyiraman pesemaian diperbanyak. Setelah disemprot tidak boleh disiram sampai pagi berikutnya.Bila ada bibit yang terkena penyakit segera dicabut dan dibakar. Tanah bekas penyakit diisolir dengan menaburkan campuran ZA dan kapur tohor atau menyiramkan larutan terusi 3-4%.

Bibit siap dicabut pada umur 40-50 hari.Dalam pencabutan bibit jangan sampai terluka agar tak terinfeksi penyakit.

Penanaman di lahan

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara Reynoso. Tanah dicangkul rata, setelah itu diangin-anginkan dan dibuat saluran drainase dan guludan tempat tembakau ditanam.

Waktu tanam tanaman tembakau Virginia bulan mei-juli.Sebaiknya tidak menanam setelah bulan juli untuk menghindari hujan pada waltu panen. Penanaman dilakukan pada sore hari, setelah jam 14.00. Sebelumnya lubang tanam disiram air (dikocor). Pengairan secara “leb” tidak dianjurkan.Kebutuhan air tergantung cuaca, kira-kira 1-2 liter per lubang tanaman. Cara menanamnya bibit dipegang pada lehernya dan dimasukkan ke dalam lubang tanam.

Setelah itu lubang ditimbun dengan tanah dan ditekan hati-hati supaya akar menempel pada tanah.Penimbunan dilakukan sampai leher akar bibit, tetapi pucuknya jangan sampai tertimbun.Bibit bisa dikerudungi daun jati sampai umur satu minggu, tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik secepatnya disulam.Penyulaman terakhir selambat-lambatnya sampai umur 10 hari.

Pupuk yang digunakan adalah 100 kg TSP per ha, 250 kg ZA per ha, dan 200 kg ZK per ha.Pemupukan dilakukan dalam 3 tahap. Pertama saat tanam sebanyak 100 kg TSP dicampur ke tanah di sekitar lubang tanam dengan diameter 25 cm. Pemupukan kedua 100 kg ZA dan 80 kg ZK pada umur tanaman 7-10 hari setelah tanam, diberikan pada alur atau ditugal dengan jarak 10-15 cm disekeliling batang. Pemupukan ketiga dilakukan pada saat tanaman berumur 21-25 hari setelah tanam sebanyak 150 kg ZA dan 120 kg ZK dengan cara alur atau ditugal dengan jarak 20-25 cm di sekeliling batang lalu ditutup dengan tanah. Penyiangan dilakukan pada umur 21 dan 35 hari.Pendangiran dilakukan pada umur 28, 42, dan 56 hari.

Dari saat tanam sampai umur 7 hari penyiraman dilakukan setiap hari untuk mencegah kematian bibit akibat terik matahari. Waktu penyiraman sore hari sebanyak 1-2 liter per tanaman.Umur 7-25 hari interval penyiraman diperjarang menjadi 3-5 hari sekali.Waktu penyiraman sore hari. Jumlah air yang diberikan 3-4 liter per tanaman.Umut 25 hari tanaman sudah tampak kokoh dan air mulai dikurangi untuk merangsang pertumbuhan akar sampai tanaman setinggi lutut (kurang lebih 45 hari setelah tanam).

Penyiraman hanya dilakukan seminggu sekali, pada sore hari sebanyak 4 liter per tanaman.Setelah umur 45 hari diperkirakan akar sudah maksimum dan tanaman mulai untuk ke periode pertumbuhan cepat. Periode ini berlangsung sampai tanaman membentuk bunga. Selama periode pertumbuhan cepat diperlukan air dalam jumlah banyak agar hasil dan kualitasnya tinggi.Penyiraman dilakukan sore hari sebanyak 5 liter per tanaman.Setelah umur 65 hari tanaman tidak perlu disiram lagi.Jika keadaan terlalu kering sebaiknya diadakan penyiraman supaya pemasakan daun tidak terlalu lambat.

Pemangkasan dilakukan pada saat sekitar 10% tanaman di suatu areal telah berbunga. Ada dua cara pemangkasan. Pertama membuang daun-daun pucuk yang tidak produktif dan bunganya dibiarkan tumbuh. Kedua memotong batang bagian pucuk sebatas daun yang tidak produktif. Tunas-tunas yang tumbuh dibuang secara berkala, karena apabila dibiarkan akan menurunkan produksi maupun kualitas daun.

Pemanenan dilakukan secara bertahap. Ciri-ciri daun tembakau yang masak antara lain warna hijaunya luntur menjadi kekuningan, bulu-bulu halus di permukaan daun rontok, ada getah menempel di permukaan daun, sudut daun terhadap batang melebar dan bila dipatahkan dari batang terdengar bunyi nyaring. Setiap kali panen dapat dipetik 2-3 lembar daun mulai dari yang terbawah.Jarak pemetikan satu dengan lainnya sekitar 7 hari sekali melihat tingkat kemasakan daun.Sebaiknya pemetikan dilakukan pada pagi hari setelah embun hilang.

Pasca panen

Ada dua macam cara pengolahan tembakau, yaitu dirajang dan dioven. Sebelum dirajang, daun-daun yang baru dipanen diperam dalam satu ruangan selama 2-3 hari baru dirajang dan dikeringkan di bawah sinar matahari.Setelah kering diembunkan pada dini hari dan disimpan dalam keranjang bambu.

Cara kedua yaitu dengan cara dioven. Daun-daun yang baru dipanen disortasi tingkat kemasakannya.Hasil sortasi tersebut ditusuk dengan tali (sujen) bambu.Sujen-sujen tembakau ini diikatkan pada glantangan (galah bambu). Glantangan-glantangan yang telah terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam oven pada rak-rak yang telah tersedia. Setelah oven penuh, api dinyalakan secara bertahap dengan kisaran waktu antara 90-120 jam.

You May Also Like

error: Content is protected !!