Cara Membuat Bibit Jamur Shiitake

hewata.com. Membuat Bibit Jamur Shiitake. Harga jamur shiitake umumnya lebih mahal dibanding jamur-jamur lain. Ini menarik banyak peminat untuk membudidayakannya. Tetapi cukup banyak dari mereka yang mengeluhkan kesusahan mendapat bibitnya. Jika ada, tidak sepenuhnya dapat dijamin keberhasilannya. Tapi sebelum berlanjut ada baiknya baca post sebelumnya : Cara Membuat Bibit Jamur Tiram.

Langkah yang paling aman memang membuat bibit sendiri. Bibit jamur shiitake, atau yang dikenali awam dengan nama lokal jamur payung (nama ilmiah : Lentinus Edodes), dapat diperoleh dengan aseptis atau non-aseptis. Langkah non-aseptis termasuk sederhana, praktis, dan murah. Namun tingkat kesuksesan perkembangan bibit kurang. Berlainan dengan aseptis, meskipun mahal, persentase pertumbuhan bibit jauh  lebih tinggi.

bibit jamur shitake, jual bibit jamur shiitake, budidaya jamur shiitake di indonesia, jual bibit jamur shitake, beli bibit jamur shitake, harga bibit jamur shiitake, jual bibit jamur shitake bandung, cara membuat bibit jamur shiitake

Jamur shiitake

Membuat Bibit Jamur Shiitake dengan Cara aseptis

Tahapan yang harus dilalui dari cara ini adalah pembuatan media, pembuatan biakan murni, dan perbanyakan biakan murni. Sebagai media perkecambahan spora dan miselia adalah ‘agar-agar kentang dekstrosa’ yang terbuat dari campuran 500 g kentang segar yang direbus dan diambil sarinya ditambah 10 g agar-agar dan 17 g dekstrosa. Media ini dimasukkan ke dalam Erlenmeyer, kemudian disterilkan dalam autoklaf selama 15 menit pada suhu 115-120oC.

Baca Juga :   Cara Menanam Pohon Pisang Cepat Berbuah

Pekerjaan selanjutnya adalah pembuatan biakan murni. Jamur segar dewasa dibersihkan dari segala kotoran. Caranya, jamur dioles-olesi alkohol 96%. Bilah/insang jamurnya kemudian diambil dengan cara dipotong-potong, lalu dimasukkan ke dalam cawan kaca berisi air suling steril. Agar spora terlepas dari bilah jamur, cawan digoyang perlahan selama 10 menit. Selanjutnya jarum ose dicelupkan ke dalam cawan tadi dan digoreskan ke cawan petri berisi media beku setebal 3-5 mm. Cawan petri ini diinkubasikan pada suhu 32-33oC di ruang inkubasi. Umumnya spora akan berkecambah 4-5 hari kemudian. Ciri miselia yang berkecambah berbentuk rajutan sarang laba-laba dan kompak.

Spora yang telah berkecambah dipindahkan lagi ke media petri (sama seperti media yang di atas) untuk dimurnikan. Selanjutnya, spora diinkubasikan selama 4-5 hari pada suhu 32-34oC. Apabila miselia telah menutup ¾ bagian media dalam cawan petri, spora siap dipakai sebagai bahan starter untuk diperbanyak, atau kalau bersisa bisa disimpan dalam freezer atau diruangan bersuhu -5oC.

Baca Juga :   Membuahkan Buah-buahan di Luar Musim

Dalam perbanyakan bibit, medianya bisa berupa biji-bijian, kayu, serbuk kayu, atau beras. Namun bahan yang paling praktis dan murah adalah serbuk gergaji. Setiap 5 kg serbuk gergaji yang telah diayak dicampur merata dengan 3% CaCO3, 3% gips, 5% bekatul, dan 3 liter air. Campuran ini dimasukkan ke dalam kantung plastik atau botol, jangan lupa disumbat, lalu disterilkan di autoklaf selama 20 menit pada suhu 120oC. Setelah didinginkan semalam, kantung siap ditulari bibit murni. Selesai diinokulasi, kantung/botol disumbat kembali dengan rapat. Selanjutnya, bibit diinkubasikan pada suhu 25-28oC.

Bibit sudah siap pakai apabila miselia telah sepenuhnya menulari media dalam kantung. Biasanya, apabila pengerjaannya cukup baik dan keadaannya steril, setelah kurang lebih 1-1,5 bulan miselia jamur sudah memenuhi media, bergantung pada besar kecilnya kantung.

Baca Juga :   Mengenal Bunga Alokasia si “Elephant Ear”

Membuat Bibit Jamur Shiitake dengan Cara non-aseptis

Pada cara non-aseptis (non aseptik) untuk memperoleh sumber benih cukup dengan merajang bagian payung jamur segar dewasa. Medianya adalah bagian 5 bagian serbuk gergaji yang dicampur 3 bagain air dan direbus selama sekitar 25 menit. Hasil rajangan tadi diaduk dengan media ini kemudian dimasukkan ke dalam kantung lalu ditutup rapat. Selanjutnya, bibit diinkubasikan pada suhu 32-34oC. Selama inkubasi, bibit dihindarkan dari sinar matahari langsung agar pertumbuhannya tidak terhambat.

Untuk menginokulasikan 1 jamur payung dibutuhkan sekitar 500 g serbuk gergaji. Lamanya miselia tumbuh memenuhi media sekitar 1-1,5 bulan, bergantung pada besar kecilnya kantung.

Kelemahan cara non-aseptis ini, sumber benih tidak melewati proses sterilisasi dulu sehingga dikhawatirkan sudah dihinggapi bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan miselia. Disarankan sumber benih hasil cara non-aseptis ini tidak digunakan berulang kali untuk menghindari terakumulasinya bakteri. (DBS)

error: