Cara Menanam Baby Buncis Secara Intensif

hewata.com. Cara menanam baby buncis secara intensif, yang harus Anda tahu sebelum budidaya baby buncis adalah bahwa Baby buncis memang sama dengan buncis (Phaseolus Vulgaris), hanya ia dipanen saat berumur muda atau disebut juga buncis kecil. Hingga ukurannya lebih kecil, kurang lebih seperempat besarnya dari buncis biasa. Selain itu baby buncis diperoleh dari buncis yang mempunyai tipe pertumbuhan tegak.

Cara Menanam Baby Buncis Agar Berbuah Lebat

cara menanam buncis, menanam buncis, cara menanam buncis agar berbuah lebat, cara menanam kacang buncis, cara menanam buncis yang baik dan benar, cara budidaya buncis yang benar, cara budidaya tanaman buncis, cara tanam buncis berbuah lebat, cara tanam buncis, cara menanam buncis dari biji, cara menanam buncis agar berbuah lebat, jarak tanam buncis, cara budidaya buncis

Untuk memproduksi secara kontinu baby buncis yang renyah dan lembut (melty) namun tidak lembek, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Selain perawatan yang meliputi pesemaian, pemupukan, pencegahan hama dan penyakit, cara panen juga harus diperhatikan.

1. Persiapan lahan

Untuk bertanam baby buncis lahan yang sebaiknya dipilih adalah yang mempunyai tektsur gembur dan remah. Kemudian lahan diolah dan dibuat bedengan dengan lebar 1 m. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, tetapi sebaiknya jangan terlalu panjang. tinggi bedengan cukup 30 cm dan jarak antarbedengan dibuat 60 cm. Jarak antarbedengan jangan dibuat terlalu pendek karena tajuk tanaman buncis ini lebar, sehingga proses pemanenan akan sulit kalau jaraknya pendek.

Kalau pembuatan bedengan telah selesai, selanjutnya bedengan diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang kotoran ayam sebanyak 1 kg, campuran ZA, TSP, dan KCI sebanyak 50 gr dengan perbandingan 2:1:1 untuk satu lubang tanam. Untuk menentukan banyaknya pupuk dalam satu bedengan, sebaiknya dihitung berdasarkan luas bedengan dibagi jarak tanam yang digunakan. Jarak tanam yang dipilih adalah 60 cm antarbaris tanaman yang dibuat segitiga. Hingga terdapat 2 lajur tanaman dalam satu bedengan. Dengan demikian jumlah lubang tanaman dalam satu bedengan dapat dihitung dengan tepat.

Baca Juga :   9 Fakta Pohon Palem: Tradisi Keagamaan Hingga Tuak

Selanjutnya bedengan ditutup dengan mulsa plastik hitam. Pemasangan mulsa plastik sebaiknya dilakukan pada siang hari agar plastik dapat menutupi bedengan dengan sempurna. Pekerjaan selanjutnya adalah melubangi mulsa sesuai jarak tanam yang digunakan. Pembuatan lubang dapat menggunakan kaleng bekas susu.

2. Pesemaian

Ketika bedengan telah siap sekitar 85%, mulai dilakukan pesemaian. Media semai yang digunakan adalah campuran antara tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1. Abu (kalau ada) bisa juga dicampurkan untuk mengurangi kepadatan media. Banyaknya abu yang diberikan cukup dua bagian dari perbandingan tanah dan pupuk kandangnya. Sebaiknya furadan juga ditambahkan sebanyak 1 sendok makan untuk 10 liter campuran media dan diaduk merata, untuk mengurangi serangan hama tanah. Media kemudian dimasukkan ke dalam kantung plastik berukuran 8×12 cm.

Benih buncis dapat ditanam ke dalam media semai, masing-masing plastik diisi hanya 1 buah benih saja. Untuk mengurangi busuknya benih, 2 hari sebelum tanam sebaiknya benih diberi ridomil. Satu kilogram benih cukup diberikan 1 kantung kecil ridomil (2,5 gr). Setelah diangin-anginkan, barulah benih ditanam. Daya tumbuh benih akan meningkat sekitar 20% bila diberi ridomil terlebih dahulu. Kalau tidak daya tumbuh hanya 50% saja.

Perawatan yang dilakukan selama di pesemaian selain penyiraman rutin adalah pencegahan hama dan penyakit. Dua hari setelah benih berkecambah dapat disemprotkan fungisida dan insektisida dengan dosis hanya setengah dosis anjuran. Hingga selama pesemaian dilakukan 3-4 kali penyemprotan insektisida.

Baca Juga :   Cara Menanam Jambu Biji yang Baik dan Benar

3. Pupuk sampai empat kali

Setelah 15 hari di pesemaian bibit sudah bisa dipindahkan ke lahan. Perawatan yang dilakukan hanya penyiraman saja. Sepuluh hari kemudian mulai ditambahkan pupuk susulan pertama berupa ZA satu sendok makan, dibagian kanan dan kiri tanaman dengan jarak 15 cm. hingga satu lubang mendapat setengah sendok makan pupuk.

Ketika tanaman mulai berbunga, kurang lebih pada umur 35 hari setelah tanam pupuk susulan kedua diberikan. Pupuk susulan kedua terdiri dari campuran ZA, TSP, dan KCI dengan perbandingan 2:1:1. Pupuk diberikan di 3 sisi tanaman sejauh 25 cm, masing-masing mendapat 1 sendok makan peres. Hingga satu tanaman mendapat 3 sendok makan pupuk atau sekitar 22,5-30 gr campuran pupuk.

Selanjutnya pupuk susulan ketiga dan keempat diberikan sesuai dengan kondisi tanamannya. Bila tanaman terlihat masih terus mengeluarkan bunga dan pucuk baru, sebaiknya pupuk susulan ke-3 dan ke-4 diberikan setelah beberapa kali pemanenan. Pupuk susulan ini terdiri dari ZA dan KCI saja dengan perbandingan 3:1. Satu tanaman memperoleh 3 sendok makan peres campuran pupuk yang diberikan di 3 sisi tanaman.

Ketika tanaman mulai mengeluarkan bunga dapat ditambahkan pupuk daun setengah dosis anjuran. Pupuk daun dapat ditambahkan lagi ketika tanaman sudah beberapa kali dipanen dan kondisinya kurang baik. Hingga diharapkan tanaman akan prima kembali pertumbuhannya dan produksi juga akan terus berlanjut.

Baca Juga :   Tentang EM4 Pertanian dan Manfaatnya

Pencegahan hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dan insektisida secara rutin seminggu sekali, dimulai dari umur seminggu setelah tanam. Tetapi bila mulai terlihat gejala serangan, intensitas penyemprotan ditingkatkan menjadi 3-4 hari sekali sampai tuntas. Dosis yang digunakan sesuai anjuran.

Pestisida yang diberikan pada awal pertumbuhan boleh menggunakan yang sistemik . tetapi mendekati pembungaan dan pembuahan sebaiknya pestisida diganti yang tidak sistemik. Tujuannya agar tidak ada residu yang tertinggal.

4. Panen Buncis

Seminggu setelah berbunga atau kurang lebih pada umur 42 hari setelah tanam, baby buncis mulai bisa dipetik untuk pertama kalinya. Panen pertama hanya menghasilkan 1-3 buah potong saja per tanaman. Tetapi panen selanjutnya mulai meningkat hingga 7-10 buah sekali panen.

Panen sebaiknya menggunakan gunting yang tajam agar buah yang masih sangat muda dan terutama bunga tidak terganggu. Sebab, bunga yang terganggu akan membuat produksi berkurang karena bunga-bunga tersebut rontok. Baby buncis yang layak untuk dipanen adalah yang lurus, mulus, dengan panjang sekitar 10-12 cm. Diameter yang dipilih adalah yang lebih kecil dari batang pensil, yaitu setengah diameter pensil.

Ketika panen telah melewati 10-14 kali sebaiknya sekali-sekali dihentikan dahulu, untuk memberi kesempatan tanaman diberi pengobatan menggunakan fungisida dan insektisida. Dengan demikian baby buncis akan tumbuh menjadi buncis besar. Baru 4-5 hari kemudian panen dapat dilakukan kembali. Rata-rata satu tanaman mampu menghasilkan sekitar 1kg baby buncis segar.

error: