Cara Menanam Cabe, Memilih Jenis hingga Panen

Hewata.com. Cara menanam cabe atau cabai. Swasembada pangan dengan menumbuhkan makanan sendiri, memberi Anda beragam benefit, dari aspek psikologis hingga ekonomi. Untuk memulainya, menanam cabe dapat menjadi langkah awal yang sempurna, karena tergolong mudah, serta relatif cepat panen. Terlebih, cabe juga kerap menjadi bahan utama dalam berbagai masakan Indonesia.

cara menanam cabe, tanam cabe, tanam cabai, cara menanam cabe rawit, budidaya cabe rawit, cara tanam cabe, cara menanam cabe di rumah, menanam cabe, budidaya cabe, cara menyemaikan bibit cabe

Cabai jenis Jalapeno

Cara Menanam Cabe

Di samping itu, menanam cabai atau cabe memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Sangat bervariasi, karena terdapat aneka jenis cabai yang dapat Anda pilih, dari segi warna, bentuk, rasa, dan tingkat kepedasan.
  • Fleksibel, dalam hal media tanam dan peletakkan tanaman. Anda dapat menanam cabai dalam pot di jendela atau teras, greenhouse, hingga pekarangan rumah.
  • Dekoratif, dengan warna buah yang mencolok dan pohon yang tidak begitu besar.

Tertarik menumbuhkan cabai di rumah? Berikut ini cara mudah menanam cabai, mulai dari pemilihan varian, hingga panen:

a. Memilih Varian Cabai Terbaik

Rasa pedas pada cabe berasal dari kandungan capcaisin, yang merangsang ujung saraf, sehingga Anda merasakan panas ketika menggigitnya. Intensitas panas tersebut, tergantung pada varietas, tingkat kematangan, dan kondisi pertumbuhan tanaman, yang lantas dapat terukur dengan Skala Scoville.

Pada tahun 2017, seorang petani buah asal Welsh, bernama Mike Smith, secara tidak sengaja menumbuhkan spesimen cabe atau cabai terpedas di dunia. Cabe yang dijuluki sebagai “Dragon’s Breath” itu mencapai 2,48 juta Skala Scoville, sehingga para ahli menyatakan bahwa satu cabe saja sudah cukup untuk memicu anafilaksis.

Baca Juga :   Cara Agar Tanaman Buah Anggur Cepat Berbuah

Anda dapat memilih varietas tersebut jika ingin memiliki tanaman cabe unik pencatat rekor. Namun, cabe terbaik tidak harus dengan tingkat kepedasan tertinggi. Anda bebas menentukan varian cabe terbaik berdasarkan preferensi pribadi.

Jika Anda menyukai cabe konsumsi dengan tingkat kepedasan yang biasa atau cabe berwarna cantik sebagai penghias jendela, tentu masih terdapat banyak pilihan lainnya. Silakan saja menanam beberapa varietas berbeda, untuk menemukan cabe terbaik yang Anda sukai.

Berikut ini beberapa rekomendasi varietas cabe yang cukup menarik untuk Anda tanam:

  • Jalapeno M: tingkat kepedasan sedang, cocok untuk saus sambal atau topping pizza.
  • Padron: tingkat kepedasan sedang untuk yang kecil dan hijau, lalu menjadi jauh lebih pedas ketika matang dan memerah. Cocok untuk campuran berbagai masakan pedas.
  • Heatwave improved mix: cukup pedas, dan dapat menjadi elemen dekoratif yang menarik.
  • Demon red: varietas tanaman cabe kerdil yang sangat pedas, namun juga cocok menjadi hiasan jendela, atau pot di atas meja.
  • Tropical heat: sangat pedas, hibrida dari Habenero Karibia merah dan oranye, dengan Scotch Bonnets kuning dan merah.

b. Cara Menanam Cabe dari Biji

Menanam cabe butuh limpahan suhu yang hangat. Maka, beruntung  bagi Anda yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia. Anda dapat menanam biji cabe sepanjang tahun, tanpa perlu memperhitungkan bulan dan musim.

Berikut ini langkah-langkah menanam cabe dari biji:

Baca Juga :   Cara Menanam Mentimun dari Biji Agar Buahnya Banyak
  • Lakukan persiapan dalam ruangan dengan suhu sekitar 21–26°C agar benih dapat berkecambah.
  • Isi seed tray atau beberapa pot berdiameter 10 cm, dengan kompos yang lembab, lalu ratakan.
  • Taburkan beberapa biji di atasnya, kemudian tutup dengan taburan vermi kulit halus atau kompos.
  • Tutup seed tray atau pot dengan plastik, dan letakkan di pinggir jendela, tanpa terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Setelah 7-10 hari, biji akan berkecambah, lalu buka plastik, dan letakkan bibit di pinggir jendela.
  • Pastikan kompos tetap lembab, namun jaga agar tidak sampai basah kuyup.

c. Cara Memindahkan Tanaman Cabe

Ketika bibit cabe sudah cukupkuat dan tidak mudah patah, pindahkan dengan hati-hati dari seed tray atau pot kecil, ke pot individu. Ketika tanaman sudah cukup besar, Anda dapat memindahkannya ke media tanam akhir.

Anda dapat menempatkan pohon cabe satu per satu pada pot berkapasitas 2 liter atau menanamnya di polybag. Jika wadah cukup besar, Anda juga dapat menanam hingga tiga pohon dalam satu wadah, dan tempatkan tanaman pada tempat yang hangat.

cara menanam cabai, cara menanam cabe, cara menanam cabe rawit, cara menanam cabe rawit di polybag, cara menanam cabe dari biji, budidaya cabe rawit, cara tanam cabe, menanam cabe

Di sisi lain, jika Anda ingin menanam cabe di pekarangan, biarkan tanaman beradaptasi dulu selama 7–10 hari dengan kondisi lingkungan, sebelum Anda memindahkannya ke tanah. Agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal, pastikan tanah cukup subur, lembab, dan memiliki drainase yang baik. Selain itu, beri jarak sekitar 50cm antar pangkal tanaman.

d. Cara Merawat Tanaman Cabe

Sirami tanaman cabe secara teratur. Setelah buah cabe pertama terbentuk, berikan nutrisi setiap pekan, dengan pupuk kalium. Di samping itu, beberapa hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

  • Jepit ujung tunas yang pertama berbunga untuk mendorong lebih banyak percabangan dan meningkatkan hasil panen.
  • Siram secukupnya secara teratur. Namun, untuk menghasilkan cabe yang lebih pedas, biarkan tanah memiliki sisi kering.
  • Tambahkan mulsa organik yang cukup tebal di sekitar pangkal tanaman untuk menjaga kelembaban dan meminimalisir pertumbuhan gulma.
  • Jika Anda menanam cabe di dalam ruangan, buka jendela atau pintu untuk memberi akses pada serangga, sehingga proses penyerbukan dapat berlangsung. Anda juga dapat melakukan penyerbukan secara manual, dengan menyapu bunga-bunga, dengan kuas yang lembut.
Baca Juga :   Pupuk Kandang Sapi dan Kandungannya

e. Cara Memanen Tanaman Cabe

Umumnya, cabe rawit siap untuk dipanen pada usia 3 bulan. Semakin sering Anda memetiknya, semakin banyak buah cabe yang akan tumbuh pada tanaman.

Caranya, potong cabe dari tanaman satu per satu dengan menggunakan gunting atau Anda bisa memetiknya langsung dengan tangan. Untuk cabai yang ditanam di luar ruangan, pastikan Anda memanennya sebelum musim hujan tiba.

f. Cara Menyimpan dan Mengawetkan Cabe

Anda dapat mengawetkan cabe, agar tidak membusuk selama musim hujan, dengan cara mengeringkan atau membekukannya. Berikut ini teknik pengawetan yang dapat Anda lakukan.

  • Teknik pengeringan cabe

Ambil jarum, dan jalin batang cabe dengan benang hingga membentuk rantai. Jemur di tempat hangat dengan sirkulasi udara yang baik, dan biarkan mengering dalam kurun waktu 4–5 minggu.

  • Teknik pembekuan cabe

Bekukan cabe dalam kantung ziplock di freezer, segera setelah dipetik, tanpa proses lebih lanjut. Meski daging buah sedikit melunak setelah dikeluarkan darifreezer, kondisi tersebut tidak akan mengubah rasanya.

error: