Cara Menanam Melinjo yang Baik dan Benar

Hewata.com. Cara menanam melinjo. Melinjo (Gnetum Gnemon), termasuk tanaman industri berumur panjang yang sudah bisa dibiakkan lewat 4 cara: biji, cangkok, stek, dan okulasi. Menurut petani, melinjo yang ditanam dari biji baru akan menghasilkan buah setelah berumur 6 tahun, yakni sebanyak 3-4 dompol (1 dompol 10 biji), dan usia 15 tahun hasilnya sudah mencapai 50 kg klatak sekali panen (100 kg/pohon/tahun).

menanam melinjo, cara menanam melinjo, cara menanam melinjo dari biji, budidaya melinjo pdf, cara menanam melinjo dari bijinya, budidaya pohon melinjo, budidaya bibit melinjo, cara menanam melinjo yang baik dan benar, cara menanam melinjo di rumah, cara menanam pohon melinjo

Belum diketahui kapan produksinya mulai menurun. Karena menurut pengalaman petani, pada umur 35 tahun melinjo masih mampu menghasilkan klatak 150 kg/tahun.

Tapi kalau bibitnya dari cangkok, stek, atau okulasi pada usia 3-4 tahun setelah tanam, melinjo sudah mulai berbuah. Bahkan bibit cangkokan, kata petani yang sudah menanamnya, usia 2 tahun pun sudah muncul bunga. Hanya saja kata mereka, bibit asal cangkok ini cukup mahal, serta tanamannya mudah rebah karena perakarannya dangkal. Sedangkan bibit dari stek, dan okulasi, belum diketahui hasilnya.

Baca Juga :   Cara Budidaya Mangga Agar Cepat Berbuah ala Thailand

Yang cukup menarik, ternyata melinjo sangat cocok diusahakan di lahan kritis. Melinjo justru lebih produktif di tanah kritis daripada tanah subur. Jika tanahnya kering kerontang dan berbatu-batu itu tanaman cengkeh dan kopi tumbuh melarat, tanaman melinjo justru sebaliknya, tumbuh subur dan produktif.

Kalau musim kemarau panjang, daun tanaman lain seperti singkong bahkan juga bambu berguguran, melinjo justru hidup tegar. Maka jangan kaget jika melinjo yang memiliki nilai ekonomi tinggi ini berkembang pesat.

Mudah Ditanam dan Dirawat

Tahapan pekerjaan dalam cara menanam melinjo atau budidaya melinjo, sama seperti kita menanm rambutan, durian, atau jenis tanaman keras lainnya. Sebelum bibit ditanam, lubang tanam disiapkan dulu 2 minggu sebelumnya. Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm dengan jarak antar lubang 5 x 5 m atau 8 x 8 m.

Baca Juga :   Mengapa Daun Pohon Durian Rontok?

Setelah lubang terjemur, tanah galian dicampur dengan pupuk kandang sebanyak kurang lebih 10 kg, serta TSP 50 g/lubang. Bersamaan dengan itu, bibit pun siap ditanam. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar tak perlu repot menyiramnya. Khusus bibit asal cangkokan, harus ditanam agak miring agar pembentukan akarnya lebih banyak dan tanamannya tumbuh lebih kokoh.

budidaya melinjo, cara menanam melinjo dari biji, cara menanam melinjo, cara menyemai biji melinjo, cara menanam biji melinjo

Pohon melinjo

Selanjutnya adalah langkah perawatan. Di sentra melinjo, tanaman penghasil emping ini memang jarang sekali dirawat si empunya. Alasan mereka, tak dirawat pun melinjo tetap berbuah dan bisa panen rutin 2 kali setahun. Namun menurut petani melinjo di Aceh, tanaman melinjo yang dipupuk secara teratur, akan berbuah terus tanpa henti, sehingga bisa panen sedikitnya 3 kali setahun.

Baca Juga :   Cara Mengusir Kelelawar Pemakan Buah

Perlakuan mereka juga tak rumit, hanya berupa pemupukan rutin setiap 6 bulan dengan urea 200 g, TSP 350 g, dan KCL 350 g/pohon pada awal musim hujan. Caranya, pupuk ditabur di dalam lubang yang dibuat melingkar di seputar batang di bawah tajuk lalu ditutup seperti sediakala.

Menurut pengalaman mereka, meskipun melinjo tumbuh baik di tanah kering, akan lebih bagus lagi kalau diberi tanaman pelindung seperti pisang atau kelapa. Hasilnya, selain berupa buah pisang dan kelapa, juga adanya perlindungan terhadap tanaman melinjo yang mudah rebah karena angina kencang.

error: