Cara Menanam Stroberi agar Cepat Berbuah

hewata.com. Cara menanam stroberi yang baik. Daerah dataran tinggi sangat cocok ditanami stroberi. Meskipun demikian, lahannya sebaiknya mengandung humus, gembur, lembap, dan ber-pH netral atau agak asam.

cara menanam stroberi biar cepat berbuah, cara menanam stroberi di pot, cara menanam stroberi di daerah panas, cara menanam stroberi agar berbuah lebat, cara menanam stroberi agar buahnya besar, cara menanam stroberi agar berbuah, cara menanam stroberi agar berbuah banyak, cara menanam stroberi agar subur, cara menanam strawberry agar cepat berbuah, cara menanam strawberry agar berbuah lebat, cara menanam stroberi yang benar

Stroberi (Fragaria Vesca), buah yang termasuk dalam kelompok soft fruit ini makin banyak diusahakan petani kita di dataran tinggi. Lihat saja, kalau dahulu hanya masyarakat Lembang yang mengusahakannya, kini pertanamannya juga ada di beberapa dataran tinggi seperti Puncak Bogor (Jabar), Bedugul (Bali), dan Tretes (Jatim). Selain itu tanaman ini juga banyak diburu para penghobi karena warna buahnya yang cantik merah mencolok, sangat enak dipandang jika sedang ‘bersembunyi’ diantara daun-daun hijau.

Cara menanam stroberi yang baik dan benar biar cepat berbuah

Jika tertarik menanam stroberi agar cepat berbuah, baik dalam skala komersial maupun ‘coba-coba’ petunjuk berikut ini dapat dipakai.

a. Menyemai bibit stroberi

  1. Benih disemai di kotak benih atau di bedeng semai bermedia campuran tanah, pasir, dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
  2. Persemaian dilakukan pada kondisi temperature lingkungan 18-20o Untuk mempertahankan temperature tersebut, kotak semai ditutup kaca, dan diberi naungan.
  3. Bibit dipindah ke bedeng sapih berisi media yang sama jika kecambah telah berdaun dua.
  4. Jika bibit telah merumpun, dapat ditanam di lahan.

b. Kondisi lingkungan

Di Indonesia stroberi harus ditanam di dataran berketinggian sekitar 1.000 m dpl.Sebab sebagai tanaman subtropis dia memang membutuhkan kondisi udara dingin (5-20oC) dan lembap dengan curah hujan ideal 600-700 mm/tahun.Dia juga membutuhkan cahaya matahari yang maksimal, karena itu paling baik jika ditanam dalam bedengan-bedengan dengan arah utara-selatan.

Walaupun dapat tumbuh di berbagai tipe tanah, namun dia paling baik ditanam di tanah yang kaya humus, gembur, lembap, dan ber-pH 6,5-7. Tanah lempung berpasir termasuk jenis tanah yang memenuhi persyaratan itu, apalagi jika ditambah pupuk kandang, kompos, atau bahan organic lain untuk menjamin kegemburan tanah.Karena dia peka terhadap berbagai penyakit cendawan, perlu pula dipilih lokasi penanaman yang sistem drainasenya baik.

c. Bibit Stroberi

Bahan tanaman stroberi dapat diperoleh dengan caramembeli benihnya (biji) di kios-kios pertanian. Namun cara paling gampang adalah dengan membeli dalam bentuk bibitnya (anakan tanaman) dari petani-petani stroberi di daerah sentranya seperti di Lembang dan Puncak (Jabar), Tretes (Jatim), atau di Bedugul (Bali). Bibit yang diproduksi oleh petani di daerah sentra biasanya merupakan hasil perbanyakan vegetatif melalui setek sulur (stolon), maupun melalui pemisahan rumpun tanaman induk.Sebaiknya pilihlah bibit yang berasal dari tanaman induk yang subur pertanamannya dan berumur 1-2 tahun. Pada bibit dari sulur, selain mempertimbangkan umur induk, pilihlah juga bibit yang berasal dari sulur pertama atau kedua saja, sebab bibit dari sulur biasanya sifatnya akan berubah.

Jika penanaman menggunakan benih, benih itu harus disemai dulu di kotak semai (seedbox) atau bedeng semai (seedbed) bermedia campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Sebelumnya benih harus direndam dulu dalam air agar lebih cepat berkecambah.Pesemaian sebaiknya berlangsung pada kondisi temperatur 18-20oC dan disiram setiap hari.Biasanya dalam 7-14 hari benih telah berkecambah. Pada saat kecambah berdaun dua, benih dipindah ke bedeng sapih atau pilobag berisi media yang sama. Di bedeng sapih benih ditanam dengan jarak 2-3 cm, lalu disiram setiap hari.Agar tanaman tumbuh lebih baik, dapat disemprotkan pupuk daun. Setelah tumbuh merumpun dengan tinggi sekitar 10 cm dan batang utamanya tampak kokoh barulah tanaman dipindah ke lahan.

d. Persiapan lahan

Seperti biasanya, lahan yang akan ditanami perlu dibersihkan dari gulma, batu, atau sisa-sisa tanaman lain yang cukup mengganggu. Kemudian dibuat bedengan sekitar 20-30 cm tingginya dengan jarak antar-bedengan 80-100 cm. Jarak antar-bedengannya sengaja dibuat cukup jauh, sebab dapat memperpanjang umur tanaman induk dan memperbanyak hasil panen. Setelah bedengan siap barulah dibuatkan lubang tanam berjarak 20-60 cm dengan kedalaman 20 cm.

Sebelum ditanami, lahan perlu diberi pupuk kandang sebanyak 5-7 kg/m2.Jika dikehendaki, dapat juga ditambahkan sedikit pupuk buatan NPK sebagai tambahan.Namun perlu diingat, jangan memberikan pupuk yang mengandung klor sebab tidak baik bagi pertumbuhan stroberi.

Untuk menjamin kelembapan tanah, permukaan lahan ditutupi mulsa, baik berupa plastik hitam maupun jerami.Mulsa plastik hitam dapat dipasang sebelum penanaman, sedangkan mulsa jerami dipasang setelat tanaman hamper berbuah. Selain menjaga kelembapan, mulsa juga dapat membantu mengendalikan gulma yang akan mengganggu pertumbuhan stroberi.

e. Penanaman dan pemeliharaan

Penanaman bibit stroberi di lahan sebaiknya dilakukan bukan pada musim penghujan, mengingat tanaman ini sangat peka terhadap genangan.Bibit ditanam dengan leher akar masih terlihat. Sebab jika ditanam terlalu dalam tanaman akan busuk, dan jika terlalu dangkal, akar akan cepat kering.

Tanaman yang baru ditanam harus disiram setiap hari secara teratur, terutama selama beberapa minggu pertama setelah penanaman.Pada musim kemarau pun tanaman harus disiram, terutama di masa pertumbuhannya.Namun perlu diingat, jika tanaman telah berproduksi, penyiraman perlu dikurangi untuk menghindari penyakit busuk buah yang disebabkan oleh kapang kelabu (Botrytis Cinerea).

Selang satu bulan, tanaman boleh dipupuk dengan NPK di sepanjang sisi alur tanaman. Pemupukan harus dihentikan jika tanaman telah rimbun, sebab tanaman yang rimbun dapat menjadi sarang hama penyakit. Untuk mengurangi rimbunnya tanaman, lakukan pengurangan daun dan sulur secara teratur.Daun-daun tua atau yang rusak terserang hama/penyakit juga harus disingkirkan.Pengurangan daun dan salur ini juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi tanaman yang tersisa mengambil zat makanan semaksimal mungkin.

Yang juga perlu dilakukan adalah penyiangan gulma agar tidak bersaing dengan tanaman pokok dalam mengambil unsur hara dan air yang tersedia di dalam tanah.Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan mencabuti gulma diantara tanaman, mencangkuli barisan diantara bedengan, atau dikendalikan dengan herbisida.

f. Tip menanam bibit di lahan

  1. Sebelum ditanami, lahan tempat penanaman diolah dan digemburkan dengan cangkul atau sekop, lalu dibuatkan bedengan-bedengan berjarak 60-80 cm. Bedengan diberi pupuk kandang sebanyak 5-7 kg/m2, dan NPK secukupnya.
  2. Tanamlah bibit stroberi pada musim kemarau, dengan jarak dalam barisan 30-50 cm.
  3. Lakukan penyiraman setiap hari, dan diberikan pupuk NPK sebulan setelah tanam.
  4. Bunga pertama yang muncul setelah tanaman berumur 2 bulan sebaiknya dibuang saja.
  5. Jika menggunakan mulsa jerami, lakukan penggantian jerami jika jerami lama telah kering benar.
  6. Jika burung menjadi pengganggu kebun, gunakan jala sebagai cover tanaman. Caranya buatkan penyangga setinggi 40-50 cm dari tanah dan pasangkan jala di atas tanaman.

g. Panen Buah Strawbery

Stroberi biasanya akan mulai belajar berbunga pada usia 2 bulan. Namun pada masa itu tanaman masih terlalu muda untuk berbuah, karena itu bunga pertama itu harus dipangkas agar tanaman dapat mempersiapkan kedewasaanya dan menjadi tanaman induk yang kuat.Beru setelah berumur 4 bulan, bunga boleh dibiarkan menjadi buah. Sejak saat itu buah akan bermunculan terus. Untuk menghasilkan buah yang ukurannya prima sebaiknya dilakukan penjarangan buah.Setiap tangkai yang berisi lebih dari satu buah dibuang sebagian buahnya dan disisakan cukup satu saja.Penjarangan paling aman dilakukan sejak buah masih pentil (kira-kira 3-4 hari sejak berbunga).

bagaimana cara menanam stroberi, cara menanam stroberi yang baik, cara menanam buah stroberi, cara menanam buah stroberi dalam pot,cara menanam strawberry biar cepat berbuah ,cara menanam bibit stroberi di polybag , bagaimana cara menanam stroberi agar cepat berbuah, bagaimana cara menanam strawberry agar cepat berbuah, bagaimana cara menanam pohon strawberry

Buah akan mencapai kematangan setelah berumur 2 minggu sejak berbunga atau 10 hari sejak pembentukan buah pentil. Pada umur itu sebagian besar buah telah berwarna merah.Pemanenan bisa dilakukan dua kali seminggu dengan memilih buah yang tua-tua saja.Agar tanaman tidak rusak, pemanenan sebaiknya dilakukan dengan menggunting bagian tangkai beserta kelopaknya.Buah yang baru dipetik dikumpulkan di dalam keranjang dan diletakkan di tempat yang dingin dan kering.Pemetikan harus dilakukan pagi atau sore hari, di saat cuaca belum panas.

Biasanya setelah berusia 2 tahun, stroberi mulai malas berbuah.Daunnya menjadi terlalu rimbun dan bunganya selalu rontok.Kalau sudah begitu, tanaman induk perlu dibuang dan diganti dengan tanaman baru.Selain mengganti tanaman, jerami di lahan juga perlu diganti secara berkala jika jerami tampak telah kering benar.

h. Hama dan penyakit

Sebagai tanaman subtropis yang menghendaki tempat lembap, stroberi sangat akrab dengan penyakit-penyakit cendawan.Penyakit yang sering mengganggu diantaranya busuk buah (botrytis fruit rot) yang disebabkan serangan cendawan botrytis cinerea dan penyakit tepung (uncinula necator). Penyakit lain ialah karat daun yang mengakibatkan buah memucat dan kurang menarik penampilannya. Penyakit-penyakit ini akan sangat merugikan jika tidak segera diatasi, sebab dapat menurunkan produksi. Selain itu, buah yang dihasilkan juga akan bermutu jelek sehingga tidak layak dikonsumsi.

Penanaman varietas stroberi yang tahan penyakit merupakan langkah awal yang baik dalam upaya mencegah serangan penyakit cendawan.Namun penanaman varietas yang tahan penyakit juga kurang bermanfaat jika tidak dibarengi dengan sanitasi di lokasi kebun. Sumber-sumber infeksi seperti tunas anakan dari lahan stroberi lama perlu dimusnahkan. Pertukaran udara di dalam setiap rumpun tanaman diusahakan berlangsung dengan baik.Untuk itu perlu dilakukan pemangkasan secara tepat.

Selain itu pemberian pupuk nitrogen juga perlu dikurangi pada masa pembuahan.Aplikasi fungisida secara berkala setiap 2-4 minggu pada musim hujan juga dapat melindungi tanaman dari serangan penyakit cendawan, namun aplikasi harus dihentikan jika tanaman mulai berbuah. Sebaiknya aplikasi tersebut dilakukan dengan cara menyiramkan larutannya ke media tanam.

Selain mendapat gangguan penyakit, tanaman stroberi banyak disenangi oleh ulat dan siput. Untuk mengendalikannya dapat dilakukan penyemprotan insektisida seperti Dithane sebulan sekali, namun begitu tanaman mulai berbuah penyemprotan harus dihentikan sebab insektisida dapat merusak buah.

You May Also Like

error: Content is protected !!