Cara Menyimpan Alpukat agar Tidak Busuk

Hewata.com. Cara Menyimpan Alpukat agar Tidak Busuk. Di Indonesia alpukat dijual dalam keadaan belum masak benar. Tapi di Jamaika, buah yang masak telah bisa diawetkan dalam jangka waktu cukup lama dengan menggunakan kantung plastik

Indonesia adalah salah satu negara tropis, yang sudah sejak lama terkenal memiliki potensi besar sebagai penghasil buah-buahan, seperti jambu, duku, rambutan, mangga, durian, nanas, dan jenis buah lainnya.

cara agar alpukat cepat matang dan tidak busuk, cara mengimbuh alpukat, cara menyimpan alpukat di freezer, cara menyimpan alpukat matang agar awet, cara mematangkan buah alpukat, cara menyimpan buah alpukat agar cepat matang, cara memeram buah alpukat agar cepat matang, cara mengetahui buah alpukat yang sudah matang, cara agar buah alpukat tidak cepat busuk, cara memilih buah alpukat yang tidak busuk, cara menyimpan buah alpukat agar tidak cepat busuk, cara menyimpan buah alpukat di kulkas

Ada satu jenis buah yang tidak kurang penggemarnya, karena disamping rasanya yang lezat, juga kandungan proteinnya yang cukup tinggi, yakni buah advokat atau alpukat (sering dipanggil alpukat).

Alpukat (Persea americana) konon berasal dari daerah Amerika Tengah. Di daerah asalnya, buah ini merupakan makanan pokok bagi penduduknya sejak ratusan tahun yang lalu.

Baru pada pertengahan abad ke-19, ia diperkenalkan dan disebarluaskan popularitasnya oleh orang-orang Eropa. Sejak itu banyak orang sangat menyenanginya.

Di Amerika Serikat dan Australia pun sebagaimana halnya di Eropa. Konsumennya makin lama makin meningkat. Buah ini bahkan telah menjadi komoditi yang cukup penting, harganya pun bisa memikat petani.

Belum masak

Di pasar-pasar, buah alpukat ini biasanya dijual dalam keadaan belum matang benar, atau lebih tepat sudah tua tapi belum matang, karena memang petani memetiknya dalam keadaan demikian.

Ini memang sengaja agar dalam proses pengangkutan dan penyimpanannya buah alpukat tidak rusak karena terlalu masak. Maklumlah ia memang buah yang tergolong mudah rusak. Daya tahannya hanya beberapa minggu setelah dipetik.

Karena sifatnya yang demikian, para peneliti diluar negeri telah memikirkan suatu cara untuk memperpanjang daya tahannya sehingga setidak-tidaknya akan dicapai dua sasaran. Pertama, mencegah kerusakan dalam pengangkutan dan dalam penyimpanan.

Kedua, memperpanjang daya tahannya sehingga dapat memperlama waktu penyimpanannya. Dengan demikian bila ternyata pemasaran agak seret, buah yang berharga ini tidak keburu rusak.

Diawet dalam suhu dingin

Oudit dan Scott, dua orang peneliti dari Australia yang bekerja di Jamaika, telah lama meneliti cara-cara mengawetkan buah alpukat atau Cara Menyimpan Alpukat agar Tidak Busuk. Mereka menggunakan kantung plastik (tepatnya polyethylene) yang berukuran 25 x 15 cm dengan ketebalan 0,04 mm sebagai alat pengawetnya.

Sebelum alpukat dimasukkan ke dalam kantung, terlebih dahulu direndam dalam fungisida (Benomyl 0,1%) beberapa saat. Alpukatnya sendiri telah dipetik 24 jam sebelumnya. Dalam percobaan ini digunakan tiga macam perlakuan ditambah satu kontrol (dibungkus dengan kertas pembungkus), yaitu:

  1. Dibungkus rapat dengan kantung plastik
  2. Dibungkus rapat dengan kantung plastik yang berisi ethylene absorbent (potassium permanganate / Kalium permanganat), yang sering digunakan sebagai bahan pengawet
  3. Seperti nomor 2 tetapi bahan pengawetnya purafil

Kemudian semuanya disimpan pada suhu 10oC.

Setiap buah diambil/dikeluarkan dari kantungnya bila telah empuk atau telah terjadi pembusukan. Setelah itu disimpan pada suhu 20oC untuk mematangkan sehingga dapat dimakan.

Ternyata hasil penelitian yang telah dilakukan 10 tahun yang lalu ini cukup baik. Buah alpukat yang dibungkus sendiri-sendiri di kantung plastik, ternyata dapat lebih lama disimpan. Alpukat tidak menampakkan tanda-tanda kerusakan (masih dapat dimakan) setelah 40-50 hari disimpan di dalam kantung plastik yang berisi absorbant etilin.

Sedangkan bila tanpa absorbant etilin (perlakuan nomor 1) dapat bertahan selama 34-43 hari. Sementara perlakuan kontrol (hanya dibungkus dengan kertas) hanya dapat bertahan selama 15-27 hari.

Sesuaikan dengan iklim Indonesia

Jelaslah bahwa ada teknologi yang dapat digunakan untuk memperpanjang daya simpan buah alpukat sampai dua kali lebih lama. Dengan cara yang mudah dan murah, kualitas alpukat dapat ditingkatkan, yang berarti harga pemasaran pun dapat dipertahankan. Penelitian di atas hanyalah sebuah contoh dari berbagai penelitian yang banyak dilakukan di luar negeri.

Untuk kondisi Indonesia yang suhu rata-ratanya lebih tinggi dan petaninya masih petani tradisional (misalnya belum punya alat penyimpanan yang suhunya dapat diatur), maka perlakuan yang akan diteliti dapat disesuaikan dengan keadaan setempat.

Bila petani-petani kita (juga para peneliti dan penyuluhnya) sudah bisa menerapkannya, maka mutu buah-buahan dalam negeri bisa disejajarkan dengan buah-buahan impor yang sekarang sudah semakin langka dijumpai di pasaran.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!