Cara Pemijahan Ikan Betutu yang Baik

hewata.com. Cara pemijahan ikan betutu. Melihat harganya yang tinggi dan stabil, betutu tampaknya cukup menguntungkan jika dibudidayakan. Dengan begitu, pasokan untuk memenuhi permintaan yang tinggi akan bisa terpenuhi karena tidak lagi bergantung pada alam.

Ikan betutu mempunyai nama latin Oxyeleotris marmoratus dan dalam Bahasa Inggris biasa disebut marble sleeper atau marble goby, kadang-kadang di Indonesia disebut juga ikan bodo. Menurut sejarahnya merupakan ikan laut yang bermigrasi secara evolutif ke air tawar, akhirnya banyak yang beranggapan bahwa ikan betutu adalah asli ikan air tawar.

pemijahan ikan betutu, beternak ikan betutu, cara pemijahan ikan betutu, teknik pemijahan ikan betutu, pembesaran ikan betutu, budidaya ikan betutu, cara budidaya ikan betutu, ternak ikan betutu, umur panen ikan betutu, cara ternak ikan betutu, budidaya ikan betutu pdf, masa panen ikan betutu
via arenahewan.com
Sekalipun masih jarang orang yang mengetahuinya, ikan yang mempunyai beberapa sebutan ini ternyata sangat dicari oleh konsumen. Di pasaran, walaupun harganya tinggi, peminatnya juga cukup tinggi. Bahkan permintaan ekspornya pun bisa dibilang stabil.

Sayangnya, ketika itu peluang yang menguntungkan ini belum bisa dipenuhi karena pasokannya yang tidak tetap. Sebab, benih serta ikannya masih mengandalkan tangkapan dari alam. Kini kesulitan itu sudah bisa diatasi.

Bagaimana Cara Membudidayakan Ikan Betutu?

Teknik pemijahan ikan betutu di kolam telah berhasil ditemukan oleh peneliti dan telah biasa dilakukan juga oleh para breeder atau petani ikan betutu di kolam maupun kolam terpal. Caranya mudah dan murah, hampir sama saja dengan pemijahan ikan air tawar pada umumnya.

Langkahnya meliputi;

  1. Pemilihan indukan
  2. Pembuatan sarang
  3. Persiapan kolam, dan
  4. Pemijahan

1. Pemilihan Induk

Induk betutu jantan dan betina yang akan dipijahkan di kolam dipilih yang telah cukup umur dan matang gonad atau alat vitalnya. Cirinya adalah bobotnya sudah mencapai 300-500 gram.

Induk betina seberat ini dapat menghasilkan telur sebanyak -+ 2000 – 30.000 butir setiap kali memijah, sedangkan induk matang gonad yang berukuran 400-500 gram bisa menghasilkan lebih dari 50.000 telur dalam setahun. Perbandingan jantan dan betinanya adalah 1 : 1. Sebagai patokan, kolam berukuran 200 m2 bisa ditebar 30 – 35 pasang induk.

Membedakan induk jantan dan betina cukup mudah, seperti halnya membedakan induk untuk pemijahan lele dumbo. Dari warna tubuhnya, yang jantan lebih terang dari yang betina. Jika pun warnanya sama, maka bercak-bercak hitam pada tubuh betina lebih nyata. Sementara papila urogenital (organ di bawah anus tempat keluarnya sperma atau telur) bisa dibedakan dari bentuk dan ukurannya.

Pada ikan jantan, papila-nya berbentuk segitiga, pipih dan kecil, sedangkan yang betina, membentuk tonjolan memanjang yang lebih besar, membundar, dan warnanya memerah saat menjelang pemijahan.

Pemijahan betutu di kolam bisa dilakukan secara alami atau secara buatan menggunakan HCG (Human Chrorionic Gonadotropin).

2. Pembuatan Sarang Pemijahan

Di alam, ikan betutu mempunyai kebiasaan meletakkan telur-telurnya pada daun-daun tumbuhan air atau pada substrat keras lainnya yang terlindungi. Kebiasaan ini bisa kita tiru pada pemijahan di kolam dengan membuat sarang dari atap asbes berukuran 30 cm x 30 cm. Caranya, tiga buah asbes digabungkan tepi-tepinya, sehingga menjadi satu sarang berbentuk segitiga.

Di sarang ini induk-induk betutu akan memijah di bagian dalamnya. Sarang pemijahan bisa juga dibuat dari ban luar bekas yang dipotong sepanjang 40-50 cm atau dari pipa paralon bergaris tengah 15 cm yang dipotong sepanjang 35 cm. Sarang buatan ini ditempatkan di dasar, di sepanjang sisi kolam.

cara pemijahan ikan betutu, teknik pemijahan ikan betutu, pemijahan ikan betok, pembesaran ikan betutu, benih ikan betutu, cara budidaya ikan betutu, budidaya ikan betutu di kolam terpal, budidaya ikan betutu di kolam beton, budidaya ikan betutu teori dan praktek, reproduksi ikan betutu, budidaya ikan betutu kolam terpal, cara memancing ikan betutu, budidaya ikan betutu pdf, ternak ikan betutu

3. Kolam Pemijahan Ikan Betutu

Pemijahan ikan betutu bisa dilakukan dengan menggunakan kolam air tawar. Sebelum digunakan, kolam dikeringkan, lalu diberi kapur untuk menjaga kestabilan pH tanah. Seminggu sebelum induk betutu ditebarkan, kolam diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 50 kg / 200 m2.

Setelah selesai, kolam diisi air setinggi 30 cm, agar cahaya matahari bisa mencapai ke dasar kolam dan plankton tumbuh subur. Untuk menghindari masuknya hewan predator ke dalam kolam, lubang-lubang pemasukkan airnya harus dilengkapi dengan saringan. Setelah seminggu, barulah kolam diisi dengan air lagi sampai setinggi 70 – 80 cm.

4. Cara Pemijahan Ikan Betutu

Induk-induk yang telah matang gonad ditebar ke dalam kolam yang telah dipasang sarang-sarang pemijahan. Selama dalam kolam pemijahan, ikan betutu yang tergolong ikan karnivora (pemakan daging) ini diberi makan ikan-ikan lain yang lebih kecil seperti bibit ikan mujair, ikan teri, ikan seribu atau udang. Pakan sebaiknya diberikan menjelang malam hari, sebab ikan betutu lebih aktif dan agresif pada malam hari (nokturnal).

Dalam waktu kurang lebih dua minggu setelah ditebar. Induk-induk betutu mulai memijah. Telur-telurnya akan tampak menyebar atau menempel pada bagian dalam sarang. Kalah suhu air kolam stabil di 26-28 derajat Celsius, telur yang terbuahi akan menetas dalam waktu 2-4 hari. Persentase tetasnya bisa mencapai 80 %.

Kurang lebih 2 bulan kemudian, benih-benih betutu berukuran 2-3 cm bisa dipanen untuk dipindahkan dan dibesarkan pada kolam pembesaran.

You May Also Like

error: Content is protected !!