Cara Tumbuhan Melindungi Dirinya

Hewata.com. Cara Tumbuhan Melindungi Dirinya. Lawan utama tanaman ialah beberapa herbivora. Beberapa herbivora suka mengunyah tanaman. Hingga tanaman perlu mempunyai proses pertahanan baik untuk menghindar atau bahkan juga untuk membunuh.

Tekniknya dengan mengaplikasikan mekanisme luka mekanis, metabolit sekunder, menggunakan penghalang, dan memakai daya magnet parasitoid.

tumbuhan melindungi diri, cara tumbuhan melindungi dirinya, cara tumbuhan melindungi diri, tumbuhan yang melindungi diri dengan duri adalah, 6 cara tumbuhan melindungi diri, sebutkan 10 cara tumbuhan melindungi diri, cara tumbuhan melindungi diri daripada musuh

1. Pertahanan Mekanis

Garis pertahanan paling depan yang membuat perlindungan tanaman yakni kutikula berlilin serta kulit kayu. Ke-2 nya susah ditembus oleh herbivora. Penyesuaian lain dari sistem ini yakni duri ranting yang lancip, serta cangkang keras, dan duri daun yang lancip.

Hadirnya pertahanan ini dapat membuat binatang herbivora jadi cedera atau alami tanda-tanda alergi seperti ruam. Disamping itu, tumbuhan seperti pohon akasia bisa juga menjalin kerja-sama dengan koloni semut. Pohon akan menyiapkan tempat berlindung, sementara semut harus jadi barisan pertahanan untuk daun.

Baca Juga :   Cara Merawat Pohon Mangga yang Baru Ditanam

2. Pertahanan Kimia

Pertahanan tumbuhan pertama untuk tanaman bisa jadi sukses dilalui. Oleh karenanya, tanaman perlu mengeluarkan proses pertahanan lain, entahlah itu enzim atau racun atau toksin. Adapun metabolit sekunder sebagai senyawa yang tidak langsung ada dari fotosintesis. Senyawa ini tidak diperlukan untuk perkembangan, respirasi, atau perubahan tanaman.

Metabolit itu banyak yang beracun. Bahkan juga karakternya mematikan bila sampai ketelan. Contoh metabolit sendiri yakni alkaloid yang memercayakan bau dan rasa beresiko seperti sage, mint, dan kina yang pahit. Alkaloid bisa juga mendatangkan stimulan yang terlalu berlebih dan kesan lesu.

Selanjutnya bermacam senyawa dapat saja menjadi racun sesudah tertelan. Misalnya yakni glikol sianida yang ada pada akar singkong. Tanaman foxglove/digitalis menghasilkan zat kimia mematikan seperti glikosida steroid. Organisme yang menelannya dapat memperlihatkan beberapa gejala seperti mual, khayalan, muntah, kejang, bahkan kematian.

3. Timing alias Penyusunan Waktu

Tehnik gempuran predator dan cedera teknisi dapat mengaktifkan proses pelindungan dan pertahanan pada jaringan yang hancur. Hal tersebut bisa juga memunculkan signal jarak jauh atau pengaktifan dari proses pelindungan dan pertahanan di spot yang jauh dari spot cidera.

Baca Juga :   7 Tanaman Hias Pengusir Nyamuk Dalam Rumah

Reaksi pertahanan bisa ada dalam beberapa saat. Tetapi di lain kesempatan, reaksi itu malah memerlukan waktu sampai beberapa saat. Signal jarak jauh mengundang tanggapan sistemik dengan arah untuk menghalangi gempuran predator. Ketika jaringan hancur, asam jasmonat bisa jadi menambah sintesis senyawa yang pembawaannya beracun untuk predator.

Asam jasmonat bisa juga mengeluarkan elemen atau senyawa volatil yang memikat parasitoid; serangga yang dalam periode perkembangkan pada serangga lain, makin lama akan membunuh inangnya. Tanaman dapat berani menghapus jaringan yang cedera bila memang cedera itu tidak dapat ditangani.

4. Tanggapan Pertahanan Pada Bakteri

Bakteri digambarkan sebagai agen dari penyakit. Mikroorganisme ini salah satunya yakni bakteri, jamur, dan nematoda. Mereka hidup dari tanaman, tetapi tidak tahu berterima kasih dan justru menghancurkan jaringan. Tanaman sendiri telah meningkatkan bermacam taktik untuk melawannya.

Baca Juga :   Cara Menanam Jambu Biji yang Baik dan Benar

Garda paling depan masih diisi oleh kulit kayu dan kutikula berlilin yang susah ditembus. Ke-2 nya efisien membuat perlindungan tanaman dari gempuran bakteri.

Pelindungan eksterios atau luar tanaman dapat dikompromikan oleh kerusakan mekanis. Hingga bakteri mempunyai celah masuk. Oleh karenanya, tanaman perlu mengeluarkan enzim dan toksin.

Tidak itu saja, tanaman mempersiapkan bermacam pertahanan yang bisa diinduksi dihadapan bakteri. Tanaman dapat menghasilkan bahan kimia antimikroba, enzim antimikroba, dan protein antimikroba. Semua baik melawan bakteri. Tanaman bahkan juga dapat menutup stomata supaya bakteri tidak dapat masuk. Untuk respons hipersensitifnya, tanaman dapat mengalami kematian sel bisa lebih cepat supaya infeksi dapat dilawan.

Sama seperti yang telah diulas awalnya, reaksi pertahanan dapat ada dalam waktu beberapa saat. Terkadang reaksi itu telat sampai beberapa saat.

error: