Cyclamen Bunga Kecil Mungil yang Cantik

Hewata.com. Sosok tanamannya mungil, tetapi tampak menawan dengan bunga beraneka warna, mulai dari pink, merah jambu, sampai merah tua. Pada daunnya pun indah, berbelang hijau keperakan atau kemerahan. Cocok ditanam berkelompok maupun soliter dalam pot.

Di Indonesia, bunga kecil ini tergolong baru. Sebenarnya asal tanaman ini dari daerah Mediterania, namun kini ia telah tersebar luas ke seluruh dunia dan dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Cyclamen adalah genus dari kurang lebih 16 spesies tanaman famili Primulaceae. Bunga-bunganya kecil cantik beraneka warna dengan pola daun yang unik. Di antara 16 spesies Cyclamen itu Cyclamen persicum-lah yang paling populer dan banyak dibudidayakan. Tidak hanya spesies alaminya, tetapi juga jenis hibrida yang tak kalah cantik bunganya.

cyclamen, cyclamen propagation, cyclamen flowers, cyclamen persicum, cyclamen flower, cyclamen meaning, cyclamens meaning, cyclamen flower meaning, cyclamen coum, cyclamens flower, cyclamens plants

Berbunga Terus Menerus

Ukuran tanaman tidak lebih dari 15 – 25 cm bila berbunga. Daunnya berbentuk agak bulat, bagian pangkal bercelah seperti bentuk jantung. Daun bertangkai pendek sampai 15 cm, tersusun roset, kompak, muncul dari umbinya. Ada beberapa spesies atau varietas yang daunnya berpola unik, kombinasi hijau dan perak atau hijau kemerahan.

Baca Juga :   Tanaman Pembawa Hoki atau Keberuntungan

Kombinasi hijaunya daun dengan pola-pola keperakan atau kemerahan itu bagai hamparan karpet yang cantik dan unik. Dari tengah daun-daun rimbun itu muncul beberapa tangkai bunga dengan bunga-bunga kecil mungil bermacam warna. Tangkai bunga biasanya lebih panjang daripada tangkai daunnya.

Bunga tersusun dari 5 helai mahkota bunga, yang tersusun tegak, sedikit melintir, atau terbalik ke belakang atau bawah, dan bertumpu pada ujung tangkainya. Bunga soliter. Pada setiap tangkai terdapat satu kuntum bunga.

Sekali berbunga akan muncul beberapa kuntum sekaligus biasanya 3 – 8 kuntum. Dan sementara itu bermunculan kuncup-kuncup bunga baru. Bila kuntum yang satu layu akan digantikan kuntum-kuntum lain lain, demikian seterusnya, sehingga tanaman ini akan menampilkan bunga terus menerus.

Baca Juga :   Tanaman Hias Terbaik Untuk Di Kamar Mandi

Ditanam Dari Biji

Cyclamen bisa ditanam dari umbi atau bijinya. Tapi tanaman ini lebih mudah diperbanyak dengan biji, hinga kini banyak petani yang mengembangkannya dengan biji. Tanaman yang diperoleh dari biji akan tumbuh dan menghasilkan bunga 3 – 4 bulan setelah benih disemai.

Tanaman ini akan tumbuh baik di daerah berhawa dingin, yang berketinggianlebih dari 1.200 mdpl, lembap, serta sirkulasi udara baik. Media tanam yang berdrainase baik sangat mendukung pertumbuhannya secara optimal, misalnya campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Tanaman berbunga cantik ini menyenangi cahaya matahari penuh, tetapi tidak terlalu terik. Bila sinar matahari terlalu menyengat sebaiknya tanaman dinaungi agar pertumbuhannya tetap baik.

Pemupukan Tepat

Bila dipelihara dengan baik, tanaman ini bisa berumur sekitar dua tahun dan berbunga terus menerus. Selain kondisi iklim dan tanah yang sesuai, ia juga butuh “makanan” yang cukup untuk pertumbuhannya. Oleh sebab itu pupuk tambahan sangat dibutuhkan.

Baca Juga :   12 Tanaman yang Cocok untuk Pagar Rumah Minimalis

Satu minggu setelah dipindah ke pot permanen atau di tanah kebun atau taman, tanaman dipupuk dengan NPK (15 – 15 – 15) sebanyak 2 gram / liter air, disiramkan secukupnya pada media tanam. Pemupukan diulang lagi setengah bulan kemudian, dan setengah bulan berikutnya. Setelah itu pemupukan dilakukan setiap bulan, tetapi pupuk yang digunakan adalah NPK (6 – 30 – 30) sebanyak 2 gram/liter air.

Tidak banyak hama atau penyakit yang mengganggu bunga Cyclamen. Yang sering muncul adalah kutu putih yang merusak daun-daun muda dan kuncup bunga. Namun hama ini dapat diatasi dan dicegah dengan insektisida yang diberikan 2 bulan sekali. Penyemprotan insektisida dilakukan sejak sebulan setelah tanaman dipindah ke pot permanen.

error: