Hama Pada Tanaman Melati dan Cara Mengatasinya

Hama yang Menyerang Tanaman Melati

Ulat kecil berwarna hijau muda agak transparan suka bersembunyi di balik lipatan daun. Ulat itu hanya memperlihatkan aktivitasnya pada malam hari. Selain makan pucuk-pucuk daun yang masih muda, ia juga menyikat habis bunga-bunga yang ada, baik yang masih kuncup ataupun yang sudah mekar.

hama yang menyerang tanaman melati, cara mengatasi hama tanaman melati, obat hama pada tanaman melati, hama dan penyakit bunga melati, hama bunga melati, hama melati, hama dan penyakit tanaman melati, obat hama tanaman melati, hama pada tanaman melati

Setelah beberapa hari, ia akan malas makan. Warnanya menjadi hijau agak tua dan kepalanya berwarna cokelat. Dan keesokan harinya ia akan berubah menjadi kepompong yang menempel pada lipatan daun, diselimuti oleh benang-benang rapat berwarna putih.

Sepuluh hari sampai 2 minggu kemudian kepompong itu berubah menjadi ngengat (sejenis kupu-kupu) berukuran 1,5 cm. Sayapnya berwarna putih mengkilap dan tepi sayap depannya cokelat. Sedangkan sayap belakangnya berwarna putih bersih. Ngengat itu adalah Palpita Unionalis (dari sub famili Pyralinae, famili Pyralidae).

Serangga ini merupakan hama penting pada perkebunan melati gambir (Jasminium Sambac). Selain di Indonesia, ia juga terdapat di negara-negara Asia Tenggara lainnya, Eropa Selatan, Afrika barat dan selatan, dan Australia. Hama ini muncul dalam jumlah banyak pada akhir musim penghujan, dan kalau terlambat menanggulanginya seluruh pucuk beserta bunga melati akan tandas dilahapnya.

Hama penting lain pada tanaman melati yang terdapat di Indonesia yaitu: Nausinoe Geometralis (Lepyrodes) dan Hendecasis Fascialis, sebangsa kupu-kupu yang aktif pada malam hari. Keduanya juga termasuk ke dalam famili Pyralidae.

Geometralis juga menyerang daun dan bunga melati yang dibudidayakan. Ngengatnya bukan berwarna putih, melainkan cokelat dengan bintik-bintik putih pada sayapnya.H. Fascialis umumnya hanya makan kuncup bunga, kemudian menggerek masuk ke dalamnya. Bunga-bunga yang diserangnya bisa rusak secara serius hingga mengagalkan panen. Selain di negara Asia Tenggara, hama ini juga terdapat di Afrika Barat.

Cara Mengatasi Hama Tanaman Melati

Penanggulangan atau cara mengatasi hama-hama melati itu sebenarnya mudah, asal serangannya bisa diketahui sejak dini. Secara mekanik/manual, pucuk/bunga tanaman yang terserang dipetik, lalu hama yang terbawa dibunuh dengan cara dibakar atau dikubur bersama tanamannya.

Apabila hama itu menyerang pertanaman/perkebunan yang cukup luas, dan pemetikan pucuk dirasakan kurang efektif, dilakukan penyemprotan insektisida racun kontak/perut, atau insektisida sistemik. Penyemprotan dilakukan pada awal-awal pemunculan bunga sampai terlihat adanya bunga mekar. Biasanya cara ini sudah mampu mengatasi serangan hama. Interval pemberian insektisida bisa 3-10 hari, tergantung frekuensi turunnya hujan.

Penyemprotan insektisida sebaiknya dilakukan pada sore hari menjelang serangga melakukan aktivitasnya atau setelah hujan turun agar daya kerja racun lebih efektif.

You May Also Like

error: Content is protected !!