Limonium sinuatum, Bunga Abadi Selain Edelweis

Hewata.com. Pernah bertanya apa saja jenis bunga abadi? Ternyata tidak hanya bunga edelweis yang mendapat julukan bunga abadi. Limonium pun warna bunganya tetap cerah meski sudah dipotong dan kering. Pelengkap rangkaian bunga ini sering mendapat julukan everlasting flower.

Limonium sinuatum populer dengan sebutan statice atau sea lavender. Ada 200 spesies genus Limonium, famili Plumbaginaceae, dan spesies ini salah satu diantaranya. Varietasnya banyak, dengan aneka warna bunga.

limonium, limonium caspea, limonium flowers, limonium flower, limonium perezzi, limonium sp, limonium pink, limonium sinuatum

Bahkan kini dengan teknologi modern dapat diperoleh jenis-jenis hibrida yang berkualitas lebih baik dari sebelumnya. Tanaman asal Mediteranian itu kini ada di Indonesia.

Statice ada yang bersifat bineal atau perenial, tetapi sering diperlakukan sebagai tanaman anual, khususnya bila diproduksi sebagai bunga potong. Tanaman yang belum berbunga sepintas mirip tanaman sayur, berdaun lebar 2,5 – 5 cm dan panjang 15 cm atau lebih, tersuusn roset.

Daun-daun itu posisinya mendatar, sebagian menempel di tanah. Dari tengah roset itulah muncul tangkai bunga yang panjang dan bercabang-cabang. Tangkai bunga seolah berbentuk persegi, karena di sepanjang tangkai itu terdapat seludang, dan tampak tangkai itu bersayap. Panjang tangkai 50 – 60 cm.

Baca Juga :   Membuat Fungisida Alami Sendiri

Bunga berbentuk terompet, kecil-kecil, panjangnya kurang lebih 1 cm. Bunga-bunga mungil itu membentuk kelompok kecil 3-4 kuntum per kelompok, dan beberapa kelompok bunga tersusun pada cabang-cabang tangkai perbungaan.

Bunga yang masih segar tampak seperti bunga kertas bila dipegang, warnanya beraneka, putih, krem sampai kuning kecoklatan, ungu muda sampai biru. Di tengah kuntum bunga yang mungil itu tampak benangsari dan putih berwarna putih atau kuning, kontras dengan warna mahkota bunganya.

Jenis-jenis limonium hibrida yang banyak dibudidayakan saat ini dibedakan antara satu dengan lainnya hanya dari warna, produksi bunga, dan panjang tangkai. Ciri lainnya tidak begitu nyata perbedaannya.

Tidak Berubah Warna

Bunga statice umumnya diproduksi sebagai bunga potong. Dalam suatu rangkaian bunga ia tidak digunakan sebagai bunga utama, tetapi hanya sebagai bunga pendukung atau pemanis serta pelengkap. Di kalangan perangkai bunga ia disebut filler, sama fungsinya seperti caspea atau gypsophila.

Baca Juga :   Tumbuhan Pemakan Serangga Adalah? Apa Contohnya?

Selain dinikmati keindahannya saat masih segar, ia juga bisa digunakan sebagai bunga kering. Bunga dari daerah Mediteranian ini tidak berubah warna maupun bentuk meskipun sudah kering. Bunga tetap tampak cantik dengan warna-warna tetap cerah. Tak heran ia juga dijuluki everlasting flower, menyamai bunga edelweis.

limonium flowers, limonium flower, limonium sinuatum, bunga abadi, bunga yang melambangkan cinta abadi, bunga abadi adalah, bunga abadi apa saja, bunga melambangkan cinta abadi, buket bunga abadi

Limonium sinuatum, bunga abadi saingan bunga Edelweis – via : wikimedia.org

Sebagai bunga potong pelengkap rangkaian bunga ini selalu tersedia di floris, meskipun penggunaannya masih terbatas. Karena cara merangkainya lebih sulit dan jumlah yang digunakan lebih banyak dibandingkan caspea atau gypsophila.

Dapat Ditanam dari Biji

Limonium cocok dikembangkan di daerah berketinggian 800 – 1200 m dpl. Tanah subur, gembur, berdrainase baik akan mendukung pertumbuhannya secara optimal. Ia tidak menyenangi air terlalu banyak, karena dapat menyebabkan akar-akarnya membusuk. Itulah sebabnya drainase yang baik menentukan keberhasilan budidaya tanaman ini.

Umumnya ia ditanam dari biji, tetapi di negara maju pengembangannya sudah dilakukan dengan sistem kultur jaringan. Biasanya satu bulan setelah disemai bibit bisa dipindah ke tanah lapang. Penanaman di lapang berjarak 30 – 40, dan tanaman bunga ini bisa dipanen 3,5 bulan setelah semai.

Baca Juga :   Cara Membuat Cabe Kering, Awet Pedasnya!

Untuk mendapatkan hasil optimal, tanaman membutuhkan pupuk tambahan selama masa pertumbuhannya. Seminggu setelah tanam di tanah lapang tanaman dipupuk NPK (15 – 15 – 15) 2 gram / liter air. Pemupukan dengan dosis itu diulang lagi setengah bulan kemudian.

Bila kuncup-kuncup bunga mulai bermunculan, tanaman dipupuk NPK ( 6 – 30 – 30). Setelah kuncup mekar diberikan pupuk kalsium, misalnya Gromor (0 – 24 – 0), untuk memperkuat batangnya. Tanaman ini cukup sangat peka terhadap unsur N. Bila pemberian N terlalu banyak, batangnya menjadi lemas dan bunganya lebih kecil.

Batang atau tangkai bunga ini cukup kecil sehingga mudah rebah bila kena angin. Oleh sebab itu sebaiknya dipasang jaring yang dibentangkan dari satu ujung bedengan ke ujung lainnya. Besar kecilnya lubang jaring disesuaikan dengan jarak tanam, dan tingginya disesuaikan dengan tinggi tanaman.

error: