7 Tips Makan Banyak Tapi Tetap Kurus ala Wanita Jepang!

Hewata.com. Makan Banyak Tetap Kurus. Perempuan-perempuan Jepang yang tampil di dorama, acara televisi, bahkan manga, jarang sekali kita lihat yang berbadan gemuk. Dan, ternyata itu bukan hanya kebutuhan showbiz saja.

banyak makan tapi tetap kurus, makan+banyak+tapi+tetap+kurus, makan banyak tetap kurus, sudah makan banyak tapi tetap kurus, cara mengatasi makan banyak tapi tetap kurus, banyak makan tapi kurus, makan banyak tapi tetap kurus apa penyebabnya, makan banyak tapi tetap kurus apakah cacingan, penyebab kurus padahal makan banyak, mengapa orang makan banyak tetap kurus, suka makan tapi tetap kurus, cara supaya makan banyak tapi tetap kurus

Tubuh mereka di dunia nyata memang ramping, cenderung kecil, dan imut-imut. Buat kamu yang susah sekali menurunkan berat badan, lihat kelangsingan mereka pasti nyesek dan kepo, kenapa bisa gitu, ya? Apakahfaktor genetik,atau gaya hidup?

Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Persoalan yang jadi sorotan kaum hawa ini pernah diulas oleh Healthyand Natural World. Ada 7 faktor mendasar yang bikin perempuan Jepang tidak gemuk-gemuk meski tanpa diet ketat maupun olahraga aktif. Ini nih, 7 tips yang bisa kamu ikuti, Makan Banyak Tapi Tetap Kurus:

Baca Juga :   15 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi!

1. Mengubah bahan dasar makanan

Kalau mautahu menu makan perempuan Jepang, paling mudahmya ya kamu datang ke restoran Jepang. Di sana, kamu akan lihat berbagai hidangan yangbiasa mereka makan. Perhatikan, makanan mereka hanya seputar ikan, miso, sayuran rebus, buah, dan teh hijau, yang notabene efektif banget untuk melangsingkan tubuh.

Mau makan sebanyak apapun, menu makanan rendah kalori seperti itu jelas tidak akan bikin gemuk. Berbeda sekali bukan, dengan warteg atau warung masakan Padang?Opor ayam, rendang, mendoan, hmm… sekali masuk, langsung gagal diet.

2. Porsi kecil

Jangan beranjak dulu, amati lagi porsi yang dihidangkan di restoran Jepang. Mangkuk yang kecil itu mengatur porsi makan mereka agar tidak berlebihan. Tapi, siapa bilang tidak kenyang?Kamu bisa puas makan dengan porsi kecil, asalkan tau caranya:

  • Makan secara perlahan dan menikmati setiap suapan
  • Setiap jenis makanan disajikan dengan wadah terpisah agar terkesan banyak.
  • Menikmati estetika suatu makanan.
  • Berhenti makan sebelum kenyang.
Baca Juga :   20 Daftar Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

3. Perhatikan cara pengolahan

Mustahil kamu temukan perempuan Jepang menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng. Kepedulianmereka terhadap kesehatan tinggi banget, kan. Jadi, perempuan Jepang biasanya menghindari lemak jenuh untuk sajian sehari-hari.

Biasanya, mereka masak dengan cara mengukus, memanggang, serta menumisdan menggoreng cepat dalam wajan.Orang-orangJepang juga sukanya makanan segar atau mentah, lalu dinikmatibersama saus.

4. Membatasi roti

Perempuan Jepang juga makan nasi, sama dengan kita. Tapi, mereka tidak lagi makan sumber karbohidrat lain seperti roti. Agak berbeda ya dengan kebiasaan di Indonesia. Makan nasi, pakai mie instan, ditambah perkedel pula. Jadilah menu karbohidrat yang paripurna.

5. Sarapan sup miso

Sarapan itu dianggap penting banget bagi perempuan Jepang. Mereka biasanya makan sup miso dalam porsi kecil, atau ditambah omurice (telur dadar isi nasi). Kalau kamu mau lebih sehat, bikin smoothie saja. Tapi, jangan mudah tergoda dengan bubur ayam dan kupat tahu di ujung gang, ya.

Baca Juga :   12 Makanan Sumber Protein Nabati untuk Vegetarian

6. Tanpa hidangan penutup

Hidangan penutup yang manis-manis biasanya tidak disajikan di Jepang. Lagipula, makanan tinggi glukosa jelas merupakan biang kerok dalam kenaikan berat badan. Jadi, sebaiknya kamubatasi, ya. Tanpa kue-kue dengan kadar gula luar biasa, senyum kamu sudah manis kok!

7. Membakar kalori dengan aktivitas sehari-hari

Kamu tidak perlu ke tempat fitness yang mahal atau membuat target workout yang berat. Jika merasa telah kelebihan berat badan atau setelah makan banyak, perempuan Jepang biasanya membakar kalori dengan berjalan kaki dan aktivitas yang tinggi.

Jadi, apakah kamu siap menerima tantangan ini?

error: