Mengapa Daun Pohon Durian Rontok?

hewata.com. Mengapa pohon durian Anda meranggas? Sering tanpa gejala-gejala yang jelas tiba-tiba tanaman durian kita meranggas. Daun pohon durian layu dan berguguran dan akhirnya tanaman mati.

Penyebab meranggasnya pohon durian itu bisa karena jamur. Ada yang menyerang akar, antara lain Phytophthora Parasitica dan Pythium Complectens, dan ada yang menyerang batang atau cabang. Antara lain Phytophthora Palmivora, dan Upasia Salmonicolor.

pohon durian rontok daun, penyebab daun pohon durian rontok, mengapa daun pohon durian rontok, daun bibit durian rontok, obat daun durian rontok
Pohon durian layu dan mati

Mudah menular

Gejala serangan P. Parasitica adalah daun-daun menguning kemudian gugur yang dimulai dari daun yang tua. Sedangkan gejala yang ditimbulkan oleh Phytium Complectens adalah cabang pohonnya yang sakit. Ujung-ujungnya mati. Kematian ujung cabang ini diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang-cabang di bawahnya. Kulit yang ada tepat di atas permukaan tanah menjadi cokelat dan membusuk.

Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral ke akar tunggal yang dapat digelang di dekat permukaan tanah. Jika dilihat dari luar, akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi cokelat tua dan jaringan pembuluh darah dapat berwarna merah jambu.

Jamur itu menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang luka, kemudian terinfeksi. Jika tidak ada yang luka, penularan sukar terjadi.

Menular bersama tanah

Kondisi lingkungan juga dapat mempercepat serangan jamur. Misalnya aerasi udara dan air tanah sangat jelek. Jamur Phytium Complectens dapat bertahan lama di dalam tanah. Pemencaran dalam kebun pada umumnya terjadi bersama-sama dengan tanah atau bahan organik yang terangkut air.

Dalam penyakit-penyakit hortikultura di Indonesia, pengendalian jamur ini antara lain dengan membuat drainase yang baik, agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir di permukaan tanah pada waktu hujan. Pohon yang sakit dibongkar sampai ke akar-akarnya dan dibakar. Penggunaan batang bawah “durian kerikil” pada pembibitan secara sambungan juga dapat menghindarkan penyakit busuk akar Phytium karena durian kerikil lebih tahan terhadap jamur ini.

Kanker bercak

Penyakit yang disebabkan oleh jamur P. Palmivota disebut juga “kanker bercak”. Ia merupakan penyakit yang paling merugikan di Malaysia dan Thailand. Penyakit ini pertama kali di laporkan pada tahun 1934 di Malaysia semenanjung. Adanya kanker bercak pada durian di Indonesia diketahui timbul pada kultivar impor, yang dikenal dengan nama durian Bangkok.

Penyakit ini biasanya baru diketahui keberadaannya setelah kulit pangkal batangnya mengeluarkan blendok (gum) yang gelap di dekat permukaan tanah. Penyakit akan meluas sehingga menggelang pangkal batang.

Bagian kulit yang mati tampak jelas sehingga menarik serangga penggerek. Jaringan kulit yang pada saat sehat berwarna merah jambu atau cokelat muda itu berubah menjadi merah kelam, cokelat tua atau hitam. Bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu dan tidak mempunyai batas yang teratur.

Sebelum atau setelah pangkal batang digelang oleh penyakit, daun-daun rontok dan ranting-ranting mati dari ujungnya. Pohon yang sakit akhirnya mati meskipun ada juga yang dapat bertahan sampai satu tahun setelah infeksi.

Sampai sekarang belum diketahui secara pasti bagaimana cara pemencaran jamur ini. Diperkirakan jamur ini terutama dipencarkan oleh spora kembara. Meskipun demikian, seperti juga kebanyakan jamur Phytopthora lainnya, P. Palmivora pada durian diduga dapat tersebar dalam kebun bersama-sama dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang terangkut air. Kemungkinan lain jamur ini disebarkan oleh serangga, sehingga dapat mencapai buah-buah di pohon yang tinggi letaknya.

Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu minimal 12oC, dengan suhu optimum 25-30oC dan suhu maksimum 35oC. Penyakit ini juga dibantu penyebarannya oleh curah hujan yang tinggi. Dalam cuaca kering, pohon yang sakit dapat bertahan lama dengan gejala kulit luarnya mengelupas. P.Palmivora mempunyai banyak tumbuhan inanag. Misalnya jamur pada durian ini dapat menginfeksi papaya.

Untuk mencegah serangan jamur ini kebun harus berdrainase baik. Waktu hujan, air tidak mengalir di permukaan tanah. Diusahakan agar infeksi pada pangkal batang dapat segera diketahui sebelum meluas.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan antara lain dengan memotong kulit yang sakit sampai ke kayu yang sehat. Jaringan sakit yang terpotong harus dibakar. Bagian yang terbuka diolesi fungisida seperti Difolatan 4 F 3%. Setelah mengering luka ditutup dengan obat penutup luka misalnya Shell Otina Compound, yang dapat mempercepat pemulihat kulit.

Untuk mencegah masuknya kumbang-kumbang penggerek, permukaan kulit kayu yang terbuka ditutup dengan ter. Bahan-bahan yang diperlukan ini banyak digunakan untuk pengendalian penyakit kanker bercak pada karet.

Jamur upas

Cabang-cabang durian sering diserang jamur upas (Upasia Salmonicolor). Gejalanya mula-mula terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak merah jambu yang merupakan tanda khas dari jamur upas. Pada waktu ini jamur telah merasuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.

Jamur upas ini mempunyai banyak tumbuhan inang seperti jeruk, lengkeng, melinjo, dan nangka. Jika jamur masih dalam tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang dengan fungisida seperti fungisida tembaga atau Calixin RM yang sering dipakai untuk mengendalikan jamur upas di kebun karet. Jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu sebaiknya cabang dipotong sampai kurang lebih 30 cm di bawah bagian yang berjamur.

You May Also Like

error: Content is protected !!