Rotasi Tanaman adalah? Ketahui Tujuannya di Sini!

Hewata.com. Budidaya satu jenis sayuran pada lahan yang sama secara terus-menerus, lambat-laun akan menurunkan produksi tanaman itu.

Rotasi tanaman adalah praktik menanam tanaman yang berbeda secara berurutan di lahan yang sama untuk meningkatkan kesehatan tanah, mengoptimalkan unsur hara dalam tanah, dan memerangi hama dan tekanan gulma.

Misalnya, dilansir dari rodaleinstitute, seorang petani menanam jagung. Ketika panen jagung selesai, dia mungkin menanam kacang-kacangan, karena jagung mengkonsumsi banyak nitrogen dan kacang-kacangan mengembalikan nitrogen ke tanah.

arti rotasi tanaman, contoh rotasi tanaman, pengembangan agraris dengan cara rotasi tanaman termasuk bagian dari strategi, pengertian rotasi tanaman, rotasi panen kelapa sawit, rotasi pemupukan kelapa sawit, rotasi tanah, rotasi tanam, rotasi tanaman, rotasi tanaman adalah, rotasi tanaman cabe, sistem rotasi tanaman, tindakan rotasi tanaman pada pengolahan lahan bertujuan untuk, tujuan rotasi tanaman

Tujuan Rotasi Tanaman

Kebutuhan nitrogen dalam jumlah besar berarti mengurangi jatah nutrisi tersebut dalam tanah. Sistem Rotasi tanaman atau dalam Bahasa Inggris disebut Crop Rotation ini sangat penting, artinya bagi peningkatan produksi sayuran.

Di Indonesia, pada tahun 1970-an produksi kentang di dataran tinggi Dieng bisa mencapai 20 hingga 30 kali lipat jumlah bibit. Namun akhir-akhir ini produksi kentang di sana menurun tajam. Kini hanya sekitar 13 sampai 15 kali bibit yang ditanam.

Baca Juga :   10 Fakta Unik dan Menarik Tentang Kopi di Dunia

Penyebab utamanya adalah penurunan tingkat kesuburan tanah karena eksploitasi yang kurang bijaksana. Untuk mencapai produksi maksimal tak jarang petani menggunakan pupuk kelewat batas.

Akibatnya tingkat erosi meningkat dan tanah lapisan atas hanyut. Kesuburan tanah berkurang bahkan cenderung kritis.

1. Rotasi Mengganti Unsur yang Hilang

Selain di Dieng, masalah ini juga banyak menimpa sentra sayuran lain. Tak hanya kentang, sayuran daun seperti kubis, bayam dan sawi juga mengalami hal yang sama. Pada sayuran ini, nitrogen benar-benar dibuthkan dalam jumlah yang besar.

Keluarga kubis-kubisan misalnya, memerlukan nitrogen untuk mendukung pertumbuhan daun yang nantinya akan dipanen. Termasuk diantaranya, Kubis Brussel (Brussels sprout), cabbage dan brokoli.

Namun keluarga kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang kapri, dan buncis malah sebaliknya. Karena kemampuan akarnya yang dapat mengambil nitrogen dari udara dengan bantuan bakteri, maka mereka hanya memerlukan nitrogen relatif sedikit.

Sayuran umbi seperti wortel, lobak, dan turnips (lobak Cina) justru memerlukan potash atau kalium karbonat untuk pertumbuhannya. Bahkan mentimun dan tomat sebagai sayuran buah membutuhkan nutrisi tersebut dalam jumlah besar. Pengambilan nutrisi jenis tertentu secara terus-menerus oleh tanaman dalam jangka waktu tertentu akan berakibat kurangnya ketersediaan unsur tersebut. Akibatnya, kesuburan tanah menurun tajam.

Baca Juga :   Cara Menanam (Kamboja Jepang) Adenium Dari Biji

Karena itu, pergiliran tanaman atau yang lazin disebut rotasi tanam, sangat penting artinya. Dengan demikian jika suatau tanaman “rakus” terhadap suatu unsur hara, seharusnya diikuti tanaman jenis lain yang mengambil unsur hara tersebut dalam jumlah sedikit. Selanjutnya, pada proses pelapukan, tanah mendapat kesempatan untuk menambah kembali unsur yang hilang karena dikonsumsi oleh tanaman.

2. Terhindari dari Serangan Hama dan Penyakit

Rotasi tanaman juga penting artinya dalam tujuannya mengurangi kerugian akibat serangan hama dan penyakit. Sayuran yang menjadi inang hama tertentu harus diganti dan tidak boleh ditanam dalam jangka waktu tertentu pada lahan yang sama.

Selain itu dengan adanya rotasi, hama yang hidup di dalam tanah akan terpupus siklus hidupnya. Hama dan penyakit yang hidup di tanah menjadi spesifik pada satu tipe tanaman yang diserangnya. Dengan absennya tanaman tersebut, lama-kelamaan mereka akan mati.

Baca Juga :   5 Jenis Pohon Pisang Hias yang Unik

Misalnya penyakit, clubroot yang menyerang keluarga Crucifarae (kubis-kubisan). Di lahan yang mengandung benih-benih penyakit tersebut, tanaman kubis, kol bunga, lobak, dan sawi tidak boleh ditanam berdekatan satu dengan lainnya. Varietas-varietas tersebut memiliki kepekaan yang tinggi terhadap penyakit tersebut.

Cara Tanamnya

Yang harus direncanakan juga adalah penanaman pupuk hijau. Contohnya tanaman bawang daun dan lobak bersifat “mengembalikan” sisa tanaman dan penambah bahan organik. Keluarga kacang-kacangan dan kubis akan meninggalkan tanaman sisa sebagai bahan pembentuk humus.

Penanaman sayuran yang berakar dangkal sebaiknya diganti pada tahun berikutnya dengan tanaman yang memiliki perakaran yang lebih dalam. Maksudnya, agar terjadi pemerataan dalam pengambilan berbagai unsur pada lapisan tanah.

Penanaman jenis sayuran sebaiknya juga digilir setiap tahun. Seperti, tahun pertama jenis sayuran daun, tahun kedua sayuran umbi, tahun ketiga sayuran akar dan seterusnya. Akibatnya, dengan rotasi ini ketersediaan unsur-unsur hara di dalam tanah dapat tetap seimbang.

x
error: