Tanaman Bunga Salvia, Sage yang Berwarna-Warni

Posted on

Hewata.com. Tanaman Salvia atau biasa disebut tanaman Sage ini berupa semak berbunga merah menyala yang muncul tegak dari ujung-ujung ranting.

Salvia

Di kalangan penata taman dan pecinta tanaman hias ia dikenal dengan sebutan Salvia Blaze Of Fire.

Bunganya mencuat dari ujung-ujung tanaman. Berwarna merah, putih, biru atau ungu. Akan tampak cantik bila ditanam berkelompok secara tunggal atau kombinasi, di sisi taman sebagai pembatas atau di tengah taman sebagai pusat perhatian.

tanaman salvia, tanaman sage adalah, tanaman sage di indonesia, contoh tanaman salvia, jenis tanaman salvia, apa itu tanaman salvia, klasifikasi tanaman salvia
Salvia Splendens

Salvia telah lama dikenal di indonesia. Biasanya mereka menanamnya di sudut-sudut taman, sebagai pembatas pagar, atau bedding plant.

Warnanya yang merah menyala menyebabkan ia sering dijadikan eye catcher di tengah taman besar karena itu pula pada saat menjelang HUT RI, atau acara kenegaraan lainnya, ia sering dipajang di tengah-tengah taman kota sebagai penyemarak suasana.

1. Salvia Splendens

Varietas-Varietas salvia sebenarnya berasal dari hibrida spesies salvia splendens atau Scarlet Sage, yang konon berasal dari Brazil. Ia merupakan tanaman perenial (tahunan), berupa semak.

Bunganya menggantung di sepanjang tangkai yang muncul dari ujung tanaman dan menjulang ke atas seperti piramid. Bentuk bunganya seperti lonceng.

Ada juga varietas Hall Of Fame. Warnanya kombinasi, putih kehijauan dengan merah, putih kehijauan dengan ungu, atau ungu muda tua. Susunan bunganya juga lebih rapat.

2. Salvia Farinacea

Salvia Farinacea, tanaman sage di indonesia, contoh tanaman salvia, jenis tanaman salvia, apa itu tanaman salvia, klasifikasi tanaman salvia
Salvia Farinacea

Salvia Farinacea atau dikenal juga dengan sebutan Mealycu sage. Spesies aslinya konon berasal dari Texas.

Baca Juga :   Cara Menyimpan Alpukat agar Tidak Busuk

Bentuk rangkaian bunganya tidak seperti piramid, melainkan mirip jarum-jarum besar, tegak di ujung tanaman. Sedangkan bunganya kecil-kecil melingkari ruas-ruas tangainya.

Varietas jenis ini ada yang putih (White Bedder), Biru (Blue Bedder), dan Ungu (Victoria). Tinggi tanaman Blue Bedder bisa mencapai 1 m, sedangkan tinggi Victoria hanya 60 cm.

Salvia ini indah kalau ditanam secara berkelompok sebagai penghias tepi-tepi belakang atau bagian tengah taman, terutama kalau dikombinasikan dengan jenis-jenis bunga lain yang lebih pendek di depan atau sekelilingnya.

Selain itu ia juga bisa dijadikan bunga potong. Tangkai bunganya yang panjangnya 50 cm bisa tahan sampai 1 minggu dalam vas. Untuk itu air dalam vas harus setiap hari diganti.

3. Stari Eye

Jenis lain yang bentuknya mirip Salvia Farinacea adalah Stary Eye. Bedanya dari kumpulan bunga pada jarum-jarum tangkainya muncul “lonceng-lonceng” yang mungil.

Keluarnya ‘lonceng-lonceng’ itu tampaknya tidak berbarengan sehingga tangkainya kurang dipadati bunga.

Warna bunganya ada yang putih, merah, atau kombinasi antara putih dan merah.

Jadi akan manis sekali kalau ia ditanam berkelompok ditengah taman dan di bagian tepi taman ia dikombinasikan dengan Hot Line merah atau Blaze Of Fire.

Pada bulan-bulan menjelang Dirgahayu Republik Indonesia akan semakin semarak bila mereka dihadirkan sebagai penghias taman, dengan warna-warna merah dan putih sesuai lambang bendera lambang sang saka merah putih.

Baca Juga :   Membuat Fungisida Alami Sendiri

4. Cara Menanam Salvia

Menanam salvia tidak rumit. Ia bisa tumbuh di mana saja, asalkan tanahnya gembur, cukup humus, dan dipupuk secara teratur. Bunganya bisa tumbuh semarak dan serentak sepanjang waktu.

Salvia bisa hidup di dataran rendah sampai dataran tinggi. Namun di dataran tinggi warna bunganya bisa lebih cerah. untaiannya lebih panjang, sehingga lebih bagus penampilannya. Suhu ideal untuk pertumbuhannya 15-22°C dan kelem-bapannya lebih dari 65%.

Kecuali varietas Hot Line Buirgundy yang bunganya mudah rontok, semua jenis salvia bisa ditanam di tempat terbuka. Bahkan pertumbuhannya lebih baik di tempat yang terkena sinar matahari penuh.

Tanaman salvia cukup toleran rerhadap berbagai jenis tanah, namun yang cocok untuknya adalah tanah gembur, porous dan cukup humus.

5. Persemaian

Tanaman ini bisa diperbanyak dengan setek atau biji. Setek diambil dari cabang yang cukup besar (diameter 3-4 mm) dan berasal dari tanaman induk yang sehat.

Sebelum ditanam di media semai berupa pasir dan pupuk kandang/humus, separuh daunnya dibuang/dikurangi dan pangkal setek telah dibubuhi zat perangsang tumbuh akar (IBA/ Rootone atau F Bioroota).

Tanaman dipindahkan ke dalam pot 3-4 minggu kemudian. Kalau perbanyakannya lewat biji, biji yang digunakan harus sudah tua dan kering (berwarna hitam mengkilap).

Biji tersebut disebar dalam alur di bak pesemai­an yang telah berisi media mos kadaka halus (diayak). Sebelum benih ditabur sebaiknya media disemprot dulu dengan air.

Selanjutnya bak diletakkan di tempat gelap. Biasanya 7 hari setelah penebaran, benih sudah berkecambah. Bak dipindahkan ke tempat yang lebih terang (cahaya matahari 50%).

Baca Juga :   Mengapa Daun Pohon Durian Rontok?

Tanaman dipindahkan ke pot atau polibag berukuran 10 cm, 14 hari kemudian.

Polibag pembibitan yang berisi media humus bambu 100%, diletakkan di atas rak dengan paranet di bawah naungan 50%.

Kira-kira 7 hari setelah pemindahan, pucuk tanaman di pinching (pemangkasan pucuk) 1-2 ruas pucuknya.

Bibit bisa dipindahkan ke pot besar (diameter 25 cm) 20 hari setelah pemindahan.

Media untuk pot besar itu berupa sekam 15%, pupuk kandang 5%, humus bambu 70% dan tanah 10%.

salvia, tanaman sage adalah, tanaman sage di indonesia, contoh tanaman salvia, jenis tanaman salvia, apa itu tanaman salvia, klasifikasi tanaman salvia
contoh tanaman salvia berwarna putih

6. Pemupukan dan Pemeliharaan

Pupuk diberikan setiap minggu mulai saat pembibitan. Pada masa ini pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N tinggi seperti (Gromor, Vitabloom, dan gandasil).

Pemberian pupuk dengan kandungan N tinggi ini dilanjutkan sampai tanaman ditanam di pot besar dan dihentikan setelah kuncup-kuncup bungannya mulai bermunculan.

Setelah bunga muncul pupuknya diganti dengan pupuk NPK seimbang. Penanggulangan penyakit sudah dimulai sejak persemaian.

Setelah kecambah muncul, persemaian disemprot dengan fungisida Benlate biru atau Thiram. Pemberiannya setengah konsentrasi yang dianjurkan.

Mulai masa pembibitan sampai tanaman besar biasanya banyak hama ulat yang menyerang, sehingga penyemprotan insektisida seperti Decis, Curacron atau Thio dan bisa dilakukan. Intervalnya 1-2 minggu.

Tanaman salvia yang berukur­an pendek yang diperbanyak dari biji, umumnya sudah berbunga 3-4 bulan setelah tanam.

Namun jenis yang bersemak dan diperbanyak melalui setek biasanya baru berbunga 1 tahun kemudian. Pemunculan bunganya serentak, hingga tampak semarak dipandang mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *