Supaya Cengkeh Cepat Berbuah dan Lebat

hewata.com. Agar Cengkeh Berbuah Lebat. Tidak sembarang tempat cengkeh bisa ditanam. Sering tanaman ini mati mendadak, akibat cuaca yang kurang menguntungkan. Lebih-lebih bila tanaman masih sangat muda

Sering petani cengkeh mengeluh karena panen mereka gagal akibat musim (cuaca dan iklim) yang tidak menentu. Akibatnya, panen cengkeh mereka kurang memuaskan.

supaya cengkeh berbuah lebat, supaya buah cengkeh cepat berbuah, tips supaya cengkeh cepat berbuah, agar cengkeh berbuah lebat, agar cengkeh cepat berbuah, agar cengkeh cepat panen, pupuk cengkeh supaya cepat berbuah, agar pohon cengkeh cepat berbuah, agar pohon cengkeh berbuah lebat, cara supaya pohon cengkeh cepat berbuah, cara menanam cengkeh supaya cepat berbuah, agar tanaman cengkeh cepat berbuah

Agar diperoleh hasil panen yang memuaskan, memang perlu mengenal pengaruh cuaca dan iklim terhadap tanaman cengkeh dan tanah tempat bertanamnya. Kebanyakan para petani hanya memperhatikan keadaan tanaman dan tanah saja, dan kurang memperhatikan keadaan iklim dan cuaca setempat.Kekurangan ini sering menimbulkan kegagalan panen.

Dengan mengetahui pengaruh iklim/cuaca itu kita dapat menentukan apakah daerah yang dipilih itu sudah paling tepat untuk ditanami cengkeh. Lalu menentukan, kapan waktu tanam yang paling tepat, kapan waktu panen, dan waktu pengangkutan produksi ke kota.

Pengaruh ketinggian tempat dan suhu

Cengkeh merupakan tanaman daerah tropis, sehingga tahan panas, dan tidak cocok ditanam di daerah beriklim dingin. Untuk Indonesia, produksi tanaman ini akan menurun kalau suhu lingkungan menurun sampai dibawah 19 derajat Celcius. Tapi ia akan berproduksi baik kalau ditanam di daerah lembap panas, dengan curah hujan merata sepanjang tahun dan dengan musim kemarau yang relatif pendek. Pada bulan-bulan kering ia membutuhkan curah hujan sekitar 60-80 mm/bulan. Dengan kata lain ia membutuhkan bulan basah selama 9 bulan dan bulan kering selama 3 bulan dengan curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara 2.000-3.000 mm/tahun.

Berdasarkan ketinggian lahan penanaman, cengkeh akan tumbuh, cengkeh cepat berbuah dan berproduksi baik kalau ditanam di daerah dekat permukaan laut, dengan ketinggian terideal antara 300-600 m dpl. Pada ketinggian antara 600-900 m dpl ia masih dapat tumbuh baik, tapi produksinya kurang memuaskan. Pada ketinggian melebihi 900 m dpl, baik pertumbuhan maupun produksi tanaman akan jelek.

Mengapa? Suatu tempat sangat mempengaruhi suhu lingkungan. Umumnya suhu lingkungan akan turun sebesar 6,5 derajat Celcius tiap kenaikan letak tempat setinggi 1 km. Jadi makin tinggi lokasi suatu tempat dari permukaan laut makin rendahlah suhu lingkungan.

Pengaruh hujan

Juga curah hujan yang terus menerus dapat menurunkan suhu lingkungan. Kalau suhu lingkungan turun sampai di bawah 19 Derajat Celcius, tanaman cengkeh bisa membentuk bakal bunga. Sebab pada kondisi ini, tunas bakal bunga akan cenderung berkembang terus menjadi bakal daun, sehingga gagal menjadi bunga cengkeh. Keadaan ini dapat pula mendorong tumbuhnya tunas baru pada tandan bunga, sehingga mendesak pertumbuhan bakal bunga. Akibatnya, gagal lah bakal bunga menjadi bunga.

Kalau jumlah tunas baru yang tumbuh pada tandan bunga itu lebih sedikit daripada bakal bunga yang ada, sebaiknya tunas baru itu dibuang dengan mewiwitnya, sehingga kegagalan bakal bunga dapat dicegah. Tapi kalau jumlah tunas baru itu jauh lebih banyak daripada bakal bunga yang ada, sebaiknya dibiarkan saja tumbuh, dengan harapan tunas itu akan memperbanyak panen cengkeh nantinya.

Curah hujan yang berlebihan dapat mengurangi produksi cengkeh, karena misalnya menyebabkan runtuhnya bunga akibat pukulan air hujan. Ini dapat dicegah dengan membuat pelindung. Seperti mananam tanaman pelindung. Kecuali itu, kalau drainase lahan cengkeh itu jelek, tanah bisa kelebihan air, sehingga aerasi tanah memburuk, dan akar cengkeh kekurangan oksigen, lalu membusuk.

Hujan yang terlalu lebat dan drainase yang buruk, akan menyebabkan tercucinya unsur hara NPK, yang tersisa pada lahan. Akibatnya lahan kekurangan hara itu dan produksi bunga kecil-kecil.Pencucian itu dapat dikurangi dengan mengusahakan drainase dan irigasi yang baik, serta menutupi lahan pencucian dengan mulsa. Misalnya menutupi lahan dengan serat batang pisang.Pemberian mulsa ini berguna pula untuk mengurangi penguapan air, terutama pada musim kemarau sehingga tidak terjadi kekeringan.

Angin kencang

Sebaliknya, musim kemarau yang panjang pun bisa menyebabkan kematian cengkeh, terutama yang masih muda, yang perakarannya belum begitu sempurna.Tanaman yang sudah dewasa umumnya masih dapat ditolong dengan penyiraman yang teratur pada pagi dan sore hari, asal jangan sampai terlalu basah, supaya jangan mengundang penyakit “Gloeosporium”.

Sebagai salah satu unsur ikllim/cuaca, pancaran sinar matahari juga sangat mempengaruhi tanaman cengkeh.Umumnya tanaman yang masih muda sangat peka terhadap pancaran sinar matahari.Untuk mencegah kematian, sebaiknya tanaman yang masih muda diberi peneduh, seperti pemberian atap daun kelapa, peneduh tanaman lamtoro, pohon dadap dan lain-lain.Tapi peneduh jangan terlalu rapat, supaya lingkungan tanaman tidak terlalu lembap.Hanya kira-kira 50% pancaran sinar matahari saja yang masih boleh mencapai tanaman.Jadi penyakit cendawan dapat dihindari.

Sebagai unsur cuaca, angina juga sangat mempengaruhi kehidupan tanaman cengkeh. Sering tanaman cengkeh mati mendadak, akibat tiupan angin panas dan kering (angin lada), yaitu angin yang mula-mula memang membawa uap air dari lautan Hindia, dan bergerak ke atas bukit barisan, sehingga terjadi hujan disana. Tapi angin itu lalu bergerak ke timur berupa angin panas dan kering.Karena bersifat panas dan kering, laju penguapan air dari tubuh tanaman yang dilanda angin itu sangat meningkat, sampai mati.

Baik tanaman cengkeh yang masih muda maupun dewasa sangat peka terhadap tiupan angin kencang. Goncangan angin kencang sangat mudah mematahkan ruas tanaman yang masih muda, dan menyebabkan sobeknya daun akibat pergesekan antara mereka.

You May Also Like

error: Content is protected !!