Bercocok Tanam Kencur Secara Intensif

Hewata.com. Bercocok tanam kencur atau budidaya kencur oleh petani umumnya masih sederhana. Karena itu produksinya rendah, hanya 3 – 5 ton / ha. Padahal jika dipelihara secara intensif produksinya bisa berlipat mencapai 10 ton. Cara budidayanya ternyata tidak sulit.

tanam kencur, cara menanam kencur, menanam kencur, cara menanam kencur agar cepat panen, cara menanam kencur di polybag, budidaya kencur dalam polybag, tanam kencur dalam polybag, cara tanam kencur yang baik, budidaya tanaman kencur, masa panen kencur, menanam kencur dalam pot, cara menanam kencur yang baik dan benar, tanam kencur yang benar, menanam kencur dalam polybag, tanam kencur hasil melimpah, cara tanam kencur yang benar, jarak tanam kencur

Tanaman kencur dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi. Tetapi tumbuh paling baik pada ketinggian 100 m dpl. Kencur juga menyukai tanah lempung berpasir yang subur dan gembur, dengan jenis tanah mediteran coelat tua dan grumosol.

Cara Menanam Kencur

Kencur termasuk tanaman yang peka terhadap penyakit busuk. Karena itu ia memerlukan tempat terbuka atau agak terbuka di tegalan yang miring dan berdrainase baik. Meski begitu tanaman ini menyenangi hujan yang cukup, berkisar 1.000 – 3.500 mm/tahun. Tanaman yang relatif lebih tahan sengatan sinar matahari dibandingkan keluarga Zingiberaceae (Ginger Family – Keluarga jahe) lain ini juga membutuhkan sinar matahari yang cukup pada awal pertumbuhannya.

1. Penyediaan Bibit

Kencur umumnya diperbanyak dengan rimpangnya. Rimpang untuk bibit sebaiknya diambil dari tanaman yang sehat dan berumur panen 8 – 12 bulan. Rimpang bibit yang baik berdaging alot, mengkilap kecoklatan, tidak lecet, tidak ada gejala busuk atau berjamur.

Baca Juga :   10 Pohon Hiasan Taman yang Menghasilkan Buah

Rimpang terpilih disemaikan di tempat teduh dan lembab selama 2 minggu sampai bertuna. Kemudian rimpang dipotong-potong dengan ukuran panjang 3 cm dan berat 8 – 15 gram, serta diusahakan mempunyai 2 – 3 mata tunas. Pilih rimpang yang baru mulai tumbuh tunas untuk ditanam, karena akan memberikan hasil panen yang maksimal.

Dalam lahan 1 ha dibutuhkan bibit sebanyak 1 – 2 ton tergantung jarak tanam. Untuk menghindari serangan cendawan, sebelum bibit ditanam terlebih dahulu direndam dalam larutan Forest, kemudian ditiriskan dan disemprot fungisida seperti Dithane, Dimazeb, Ridomil atau Manzate, dan bakterisida seperti Agrimycin atau Agrept.

2. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah harus disesuaikan dengan waktu penanaman, dan sebaiknya dilakukan menjelang atau awal musim. Caranya dengan mencangkul sedalam 25 – 30 cm atau dibongkar dengan bajak.

Tanah lalu digemburkan dengan garpu dan dibersihkan dari rumput. Selanjutnya dibuat bedengan selebar 1 – 1,5 m dan tinggi 15 – 20 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan tempat. Jarak antarbedengan 30 cm. Di antara bedengan itu kemudian dibuat parit sedalam 30 cm untuk menjaga drainase tetap baik. Pupuk kandang atau kompos matang sebagai pupuk dasar diberikan secara sebar atau sistem larikan menurut arah baris tanaman.

Baca Juga :   Cara Budidaya Tanaman Hias Calathea

Waktu pemberian pupuk 1 – 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 15 ton / ha.

3. Penanaman dan Pemeliharaan

Saat penanaman kencur paling tepat di awal musim hujan. Agar tersedia waktu cukup untuk pertumbuhan rimpang selama musim hujan sebelum daun tanaman mengering di musim kemarau.

Rimpang ditanam dengan tunas menghadap ke atas pada kedalaman sekitar 7,5 cm. Jika terlalu dangkal hanya akan memperbanyak akar sedangkan rimpang yang dihasilkan kerdil. Sebaiknya jika ditanam terlalu dalam pertumbuhan tunas terganggu. Jarak tanam umumnya 15 cm x 15 cm, atau 20 cm x 20 cm, tergantung pola tanam dan kesuburan tanah. Setelah 2 – 4 minggu, tanama akan tampak di permukaan tanah.

Setelah seluruh tanaman tumbuh sempurna, diberikan pupuk buatan berupa urea dengan dosis 150 kg/ha, TSP 100 kg / ha, dan KCI 100 kg/ha. Dan pada umur 2 – 3 bulan diberikan pupuk tambahan berupa urea 150 kg/ha. Pupuk diberikan secara larikan sesuai baris tanaman atau ditugal di samping kiri-kanan tanaman.

Baca Juga :   Cara Menanam Baby Buncis Secara Intensif

Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur 1 – 2 bulan, selanjutnya dengan melihat keadaan gula. Pada saat bersamaan dilakukan pula pembumbunan 3 – 4 kali sesuai kondisi tanah, agar rimpang tumbuh dan berkembang dengan baik. Hati-hati rimpang/bibit jangan sampai terluka.

Untuk menghindari hama dan penyakit pada tanaman dapat disemprotkan fungisida secara rutin seminggu sekali sampai saat panen.

4. Pemanenan

Rimpang kencur berumur panen 8 – 12 bulan, berwarna cokelat mengkilap, dagingnya keras dan alot. Tanda-tana yang terlihat, daun tanaman layu dan menguning hingga akhirnya kering. Pemanenan dilakukan dengan membongkar seluruh rumpun menggunakan cangkul atau gaco. Hati-hati, jangan sampai rimpang terpotong, sebab hal itu bisa menurunkan kualitas.

Untuk itu, terlebih dahulu lahan disiram dengan air agar mudah dibongkar. Hasil produksinya berkisar 8 – 10 ton rimpang segar. Jika dikehendaki, waktu panen dapat ditunda sampai tahun berikutnya dengan membumbun dan memupuk kembali. Hal ini tidak akan menurunkan kualitas. Justru produksi per hektar akan meningkat. (FR)

error: