Menanam Tanaman Vertical Garden Sayuran

hewata.com. Vertical Garden Sayuran. Pada konsepnya budidaya tanaman sayuran dapat dilaksanakan dimanapun, asal sinar matahari maksimal dan ada perputaran udara.

Menanam tanaman secara vertikal menjadikan efisien pemakaian pupuk dan air, dan tidak bergantung pada kondisi kesuburan tanahnya. Sampai memang langkah ini dapat dilaksanakan dimanapun.

vertical garden sayuran, tanaman sayur vertical garden, sayuran yang cocok untuk vertical garden, tanaman sayur vertikal, tanaman sayur vertical garden, tanam sayuran vertikal

Cara Vertical Garden Sayuran

Tempat tanam yang dipakai juga dapat berbagai macam, bergantung pada selera dan keringanan mendapatkannya. Beberapa media yang dapat dicoba ialah kombinasi di antara tanah serta pupuk kandang, abu sekam, abu sampah, pasir, dan gambut yang masing-masing dicampur. Sedang sebagai tempat media bisa dipakai pipa PVC, bambu yang dengan diameter 10 cm, atau gerabah dari tanah liat dan papan.

1. Persiapan

Untuk bertanam tanaman secara vertikal, yang penting disiapkan lebih dulu ialah tempat untuk tempat perawatan. Tempat itu dapat dibuat dari bambu, pipa PVC, atau papan dan gerabah. Jika bambu utuh atau pipa PVC yang menjadi opsi, seharusnya dipakai yang dengan diameter minimum 10 cm. Tapi jika yang ditanamkan seperti cabe, tomat, atau ketimun dan terong, diameter pipa harus sekurang-kurangnya 6 inci.

Baca Juga :   Cara Membuat Bibit Jamur Shiitake

sayuran yang cocok untuk vertical garden, tanaman sayur vertikal, tanaman sayur vertical garden, tanam sayuran vertikal, vertical garden sayuran, tanaman sayur vertical garden

Panjang bambu atau pipa PVC sekitaran 2 m. Satu unit penanaman terbagi dalam 2 tingkat, dan masing-masing tingkat terbagi dalam 3 buah bambu atau pipa PVC. Maka untuk satu unit penanaman diperlukan sekitaran 12 m bambu atau pipa. Bambu dan pipa itu selanjutnya dibelah sisi atasnya dengan lebar 10 cm.

Tetapi jika tidak ditemukan bambu berdiameter yang besar, bisa dipakai bambu yang dibelah-belah atau papan. Bambu dan papan dibuat berupa kotak sama ukuran tinggi dan lebar sekitaran 10 cm.

Tempat-wadah penanaman itu selanjutnya dibuat jadi dua tingkat, dan masing-masing tingkat terbagi dalam 3 buah tempat. Tinggi tingkat pertama dari tanah sekitaran 60 cm, begitupun jarak di antara tingkat pertama dan tingkat ke-2.

Baca Juga :   Kutu Putih: Hama Kopi Terganas

Tapi jika yang ditanamkan cabe, tomat, terong, atau ketimun, maka jarak di antara tingkat satu dan dua diperluas, supaya perkembangan tanaman ditingkat satu tidak ‘terhenti’ pada bagian bawah tingkat dua. Unit penanaman selanjutnya dikasih atap dari plastik.

tanaman hias kebun vertikal,jual tanaman hias vertical, tanaman hias vertical garden, tanaman hias vertikal, tanaman hias untuk vertical garden, cara tanam vertikal, tanaman vertikal dari botol bekas, tanaman hias vertikal

2. Penanaman

Saat sebelum dilaksanakan penanaman di dalam wadah, benih lebih dulu disemaikan dalam tempat plastik. Media yang dipakai untuk menyemai ialah kombinasi tanah kebun ditambah pupuk kandang. Sesudah media siap barulah benih ditanam.

Tapi awalnya benih dipendam dulu di air hangat sepanjang satu jam. Maksudnya supaya benih bisa lebih cepat berkecambah. Sesudah tiga minggu umumnya bibit siap dipindah ke tempat penanaman.

Untuk menahan tumpahnya media lewat celah-celah bambu/kayu atau ujung pipa PVC, karena itu kotak diberi alas plastik. Sedang ujung pipa ditutup dengan plastik. Baru selanjutnya media yang dipilih dituang ke dalamnya.

Baca Juga :   Lalat Buah, Si Kecil Berdaya Rusak Besar

Perbandingan di antara tanah dan tempat tanam pelengkap yang lain 2:1. Awalnya media digabung dahulu dengan pupuk TSP dan KCI dengan perbandingan 1:1 sekitar 20 g per kotak. Satu tempat cukup buat 12 tanaman selada dan sawi, atau 6 tanaman brokoli, 12 pakcoy, atau 8 kailan.

3. Perawatan

Perawatan sesudah itu adalah penyiraman dan pemupukan. Penangkalan hama serta penyakit diupayakan seminimal mungkin, dan jika tidak perlu seharusnya tidak memakai pestisida.

1 minggu sekali diberi pupuk tambahan berbentuk 20 g urea dan KCI yang dicampurkan di dalam 10 liter air. Satu wadah penanaman mendapatkan porsi 2 ltr larutan pupuk. Pemupukan diberikan sampai 7 kali.

error: